Jenniver Mantow M.Psi., Psikolog, “Di Masa Pandemi Ada Perubahan Kebiasaan & Tata Cara Pembelajaran Anak. Belajar Dari Rumah Adalah Solusi

BAGIKAN

Date:

Mileniumtimes.com, Tomohon – Merebaknya wabah virus Covid-19 telah mempengaruhi dunia pendidikan pada kegiatan pembelajaran bagi guru dan siswa. Ini tentunya membuat kecemasan orang tua murid. Dalam menghadapi tahun ajaran baru, tidak bisa mengandalkan sistem pengajaran jarak jauh yang sporadis. Segera evaluasi pelaksanaan pembelajaran jarak jauh yang selama ini diterapkan. Susun model implementasi yang bisa melengkapi model lain sehingga anak tetap bisa belajar efektif di tengah pandemi. Tidak perlu memaksakan kegiatan belajar mengajar secara fisik di sekolah.

Nah bagaimana mengatasi hal itu ? Mileniumtimes.com meminta pendapat Jenniver Mantow M. Psi. Psikolog Tenaga Psikolog di PUSPAGA Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak Kota Tomohon. Berikut ulasannya.

PENDIDIKAN adalah hak setiap anak bangsa. Dalam  UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak ditegaskan mengenai hal tersebut. Disebutkan dalam Pasal 9 ayat 1 : “Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakat”.

Anak yang dimaksudkan di sini adalah mereka yang berusia 0-18 tahun (sejak lahir hingga usia 18 tahun kurang 1 hari).

“Di masa pandemi ini, ada perubahan kebiasaan yang perlu dilakukan untuk beradaptasi. Demikian juga dengan tata cara pembelajaran anak. Belajar dari rumah (Home Based Learning/HBL) adalah solusinya, ”

“Ada sekolah yang mengirimkan modul kepada orang tua lewat aplikasi-aplikasi yang harus diunduh di gawai atau laptop. Ada pula sekolah yang mengirimkan video-video guru yang menjelaskan topik sesuai mata pelajaran” sebut Jenniver Mantow.

Lanjut dikatakan perempuan bergelar Magister Profesi Psikolog di Universitas Kristen Maranatha Bandung ini,

“Peran orang tua di sini penting karena orang tua perlu mendampingi anak-anak untuk belajar. Membuat kesepakatan bersama anak mengenai tugas-tugas berkaitan pelajaran yang harus diselesaikan”

Jennniver kemudian menunjuk data,

“Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak, dengan melibatkan anak-anak yang terlibat dalam forum anak seluruh Indonesia, 99 % (persen) dari total responden menjawab bahwa belajar di rumah merupakan program yang sangat penting. Sementara, sebanyak 49 % (persen) menyatakan bahwa program belajar dari rumah membebani anak melalui tugas yang banyak” kata perempuan yang juga di sapa Je’.

Oleh-nya, bagi alumnus Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga ini memberikan tips. Berikut beberapa tips supaya anak-anak bisa beradaptasi dengan proses belajar dari rumah:

    1. Bangun motivasi anak untuk belajar. Anak-anak perlu termotivasi dari dalam, mengetahui pentingnya proses belajar untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan kecakapan ilmu sebagai bekal di masa depan,
    2. Sepakati bersama mengenai target belajar harian yang realistis. Bila anak merasa terbebani dengan tugas yang dirasa banyak, anak akan merasa demotivasi/motivasi belajar menurun karena proses belajar dianggap kurang menyenangkan,
    3. Bila orang tua memiliki halangan untuk mendampingi anak belajar karena orang tua harus bekerja, bicarakan dengan guru dan anak. Hal tersebut bertujuan agar kesepakatan mengenai pencapain target belajar harian si anak.
    4. Orang tua perlu menyiasati dan mencari tau bagaimana membuat proses belajar anak menjadi menyenangkan. Dengan mendampingi anak belajar, orang tua bisa mengobservasi dan melakukan asesmen gaya belajar anak. Misalnya, apakah anak saya tipe pembelajar visual. kinestik, audio atau gabungan beberapa tipe,
    5. Orang tua perlu melatih kesabaran bila melihat anak tidak bisa memenuhi ekspektasi orang tua. Adakalanya anak sedang tidak mood belajar atau kurang cepat menyerap materi yang diajarkan. Bila orang tua membentak atau memarahi anak, anak bisa mengasosiasikan bahwa proses belajar membuatnya tertekan. Hubungi guru bila orang tua merasa kesulitan menemukan metode yang sesuai untuk mengajari anak,

Ditambahkan pula oleh Tenaga Psikolog di PUSPAGA Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak Kota Tomohon bahwa,

“Proses ini akan terasa berat di awal karena kita semua melakukan sesuatu yang baru. Proses penyesuaian diri anak membutuhkan waktu bagi beberapa orang tua & anak. Tapi yang perlu kita ingat adalah proses belajar ini penting untuk anak-anak kita” kuncinya (fry).

 

BAGIKAN

spot_imgspot_img

TERBARU