HomeNEWSOrang Tomohon se-Dunia 'Wajib' Baca ! “The Secret of Tomohon” (Kantoro pah...

Orang Tomohon se-Dunia ‘Wajib’ Baca ! “The Secret of Tomohon” (Kantoro pah Liuzen)

Selasa, 28 Juli 2020

Mileniumtimes.com-TOMOHON

Rubrik ”History” Mileniumtimes.com kembali tampil dengan special edition. TOMOHON punya dan banyak cerita Petite Histoire atau sejarah kecil dengan kearifan lokalnya. Olehnya semua orang Tomohon wajib tahu setiap cerita-cerita rakyat dan peristiwa yang pernah ada dan terjadi di Tomohon agar memory kolektif orang Tomohon tidak lupa akan setiap cerita dan peristiwa itu yang kini sudah menjadi kenangan dan namun bernilai historis.

Cerita dari zaman purba/kuno diawali dengan cerita Legenda Wanita ”Moeoeng“ asal mula nama Tomohon, Sarongsong dan Kakaskasen serta sejarah terbentuknya wanua atau negeri kini Kelurahan. Juga ada Legenda Danau Linow, Cerita Dotu-Dotu al; Siow Kurur, Dotu Tumalun, Tololiu Tua, Mangangantung, Cerita Zaman Portugis dan Misionaris Fransiskan Spanyol Pater Blas Palomino yang mengunjungi Tomohon, Sarongsong dan Kakaskasen, serta Zaman Belanda (para zendeling), Cerita zendeling Adam Mattern serta lokasi pertama kali orang Tomohon mengenal Tuhan Yesus Kristus, Cerita Nicholaas Ph. Wilken dan anak serta murid piara-nya, Cerita Sahiri ‘Raja Lota’ Parengkuan, Cerita Lumintjewas dan Raintung dari negeri Tinoor, Cerita Lukas ‘Werwer’ Wenas, Baptisan Katolik Pertama di Tomohon, Danau Linow didatangi Pangeran Italia dan Zendeling Graafland, Orang Tionghoa berambut kuncir dan pembawah bibit kol dan petsai, Cerita Ds. AZR Wenas.

Selain itu ada, Kateluan Park di Matani, RS Gunung Maria dan RS Bethesda berdiri, Ada Clubgebouw dan Bonds, Zaman Jepang, Orang-orang Arifuru masuk Protestan dan Katolik, Pasar van Tomohon, Berdirinya Gereja Besi (Katolik), Wewene-wewene belajar beking kukis (Cake, Panada, Panekuk, Sup, Brenebon, Belajar Ba’strika), Sekolah Meijesschool Protestan dan Katolik, Gubernur Jenderal Belanda datang di Tomohon, Kampung Belanda di Tomohon, Tempat orang-orang Tomohon berkumpul dan menyanyikan lagu “Wihelmina”, Tionghoa School di Tomohon, Bendi di Tomohon, Lokasi tempat mendarat pesawat terbang di Tomohon, Pasar Paslaten berdiri dan Gudang Garam. Pelopor berdirinya Gilingan, Cerita Eliezer Paat, Cerita Ajub Langitan Tukang Manjae pertama baju, Cerita RCL Lasut Hukum Basar dan Tokoh Pandu Sulasesi Utara, Lokasi pacuan kuda di zaman Belanda, Lokasi balapan bendi, Penjara anjing, Berdirinya Gereja Sion/Tempat dideklarasikan GMIM berdiri, Aso-Aso pembuat sandal di Tomohon, Cerita Aso-Aso Tukang Beking Selop/Rumah kopi: Kitsang, Fang Seng, Tjiu Fong, Loh Wa, Hok Lae, Hanglem Toko Emas pertama, Cerita Toko Adu Mujur (Aso Paypa/Akun), Cerita Toko Besi Puseng, Cerita Rm. Pertama di Tinoor, Sejarah Islam dengan Tubagus Buang /Kampung Jawa di Tomohon,

Pelopor Pangkas Rambut di Tomohon, Studio foto di Tomohon, Studio-studio/Amatir sampai Radio FM di Tomohon (Jontivoice, Sion, Zanita, Kabar Baik, Mars dll) dan penyiar-penyiarnya al; Hetty Mawuntu, Ada Hawaian Tomohon, Andu Band, Zanita Band, Cek Cok Band, Makatanah Band, dll serta Irama Masa tampil di Istana Negara dan Tim Maengket “Sumosor Rondor” Tinoor Tampil di Istana Negara, Kolintang; Magic Sound, dll, Musik Bambu Nada Berlian, Mengenal para Pemahat/pematung Tomohon; Alexander Wetik, Tarcy Paat, Anton Sangki dll. Bukitt Inspirasi dibangun

Dilengkapi lagi, Orang India yang kawin dengan perempuan Wihelmina Bororing dan Tokoh Bombay al; Toko Vensimal lalu Setia Bersama (Indru Kathrani dan Neeta) di Tomohon, Perwira Jepang yang ditembak di Tomohon, Tempat pembakaran tentara Jepang di Kakaskasen, Lagu “Anak Sekolah Rakyat”, Bioskop Pertama, Pompa (sekarang SPBU) pertama di Tomohon, Tugu Pembebasan Kota Tomohon, Cerita Patong Tololiu, Klub Bola Volly, Klub Bola Basket, Klub Sepak Bola (Bon Tomohon) sampai pemain-pemain Timnas, Sprinter nasional asal Tomohon, Petinju-petinju Tomohon, Jago Panco Indonesia dan Dunia asal Tomohon, Hukum Tua – Hukum Tua yang dibunuh Tentara Jepang, Cerita Bus-bus kayu (Idam, Doris Day, Baluran/Cerita Baluran dll), Kubur China di Kamasi, Peristiwa 14 Februari 1946 di Tomohon (Mantow, Wowiling, Kapojos yang menurunkan dan merobek bendera Belanda). Ada lagi, Cerita Pastor Henricus Keet, MSC/Pelopor Drumband di Tomohon, Aghas Mantow jago makang bubur, Samel Mantow Jago makang Kapala Sapi, Tete ‘Cucur’ Wowiling, Tete juara makang/kupas kalapa pake gigi, Alexander Pontoh orang kuat Tomohon/Mengalahkan Silat Sembilan, Cerita heroik Zacharias Kaparang yang mendapatkan isteri lewat pertandingan Gulat, Ada Hercules Tomohon, Lokasi Universitas dan Tugu Permesta di Tomohon, Lokasi Perdamaian Permesta di Kamasi, Kisah Pieter Tumurang, Pahlawan Nasional Babe Palar dan BW Lapian (diperjuangkan dari Tomohon), Gubernur DKI Henk Ngantung (1964-1965) dan tokoh-tokoh lain, Tiga Presiden/ex Presiden Indonesia pernah datang di Gereja dan halaman Gereja Sion.

Hotel Indonesia di Walian, Cerita Spieler Talete, Cerita Suster Lantang, Cerita Ice Krim Pertama, Perkebunan Kopi di Tomohon, Pelopor Ojek di Tomohon, Cerita Yohanis Ngangi dengan lagu ciptaan-nya “Opo Wanna Natas”, Permainan dimasa kecil Laki-laki/perempuan (Skop Blek, Batawan, Ba’Kuba, Benteng Raja, Rembom/Ceklen, dll), Paskibraka pertama Tomohon, Nyong dan Noni Sulut Tomohon, Pangeran Bernhard dan Ratu Juliana di Bukit Inspirasi, Ratu Beatrix di Tomohon, Kota Tomohon terbentuk, Logo dan Pencipanya, Lagu/Mars Kota Tomohon dan Penciptanya, Cerita Lagu “Dung Nene Dung Tete”, Kisah lagu “Encerewer-rewer Bom-bom” Walikota-walikotanya hingga para wakil rakyat, Kantor Walikota dibangun dan diresmikan, Iven TOF pertama dan masih banyak lagi.

Cerita cerita ini ditulis berdasarkan study dari berbagai literatur (termasuk berbahasa Belanda) dan utamanya interview kepada narasumber/pelaku/sejarawan, tokoh-tokoh dan Tua Tua masyarakat dan saksi yang punya cerita. Study mulai dilakukan sejak Tahun 2010.  

Nantikan dan Ikuti sajian kami, hanya di Mileniumtimes.com

Edisi Perdana Mulai Sabtu, 1 Agustus 2020

Dan akan kami publish setiap hari Rabu dan Sabtu minggu berjalan

Program ini Supported by:

Dinas Pariwisata Kota Tomohon, Ir. Stevanus BAN Liow, MAP, Djemmy Sundah, SE, Caroll JA Senduk, SH, MAP, Syerly A. Sompotan, Ir. Miky JL Wenur, Vonny Pangemanan, Ir. James G. Wewengkang, Ladys Turang, SE, Ir. Drs. Johnny Runtuwene, Jimmy S. Wewengkang, MBA, Dr. Boy E. Wajong M.Kes, Robert Pelealu, SH, MH, Dr. Charles Ngangi, David Pontoh, SE, Friece Sumolang, SH, MH, Robby Golioth, ST, Ronny Pandey, S. Kom, Noldy Lengkong, Hudson Bogia, Donald Pondaag, Inggrid Pijoh (Panama), Jemmy Korompis n Chanly Sugiarto (USA), Lucky Golioth (USA), Ronny Pioh (USA), Tom Paat (USA), Rano Bororing (USA), Mario Bororing (USA), Mey Turambi (USA), Marcella Kojongian (USA), Kiky Daku (USA), Herbie Golioth (USA), Chress Julian (USA), Christi Linda (Australia), Johnny Rawung (Yunani) (Redaksi).          

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments