Sabtu, 23 Mei 2020
MILENIUMTIMES.COM, Tomohon- RETRIBUSI dari Terminal Wilken Kota Tomohon di Kelurahan Paslaten Satu, masih belum stabil. Sudah berjalan hampir tiga bulan, pendapatan jauh dari target perbulan.
“Retribusi dari terminal juga parkir kendaraan di pertokoan pusat kota dan UPUKB (Unit Pelayanan Uji Kendaraan Bermotor) adalah salah satu sumber PAD (pendapatan Asli Daerah) Kota Tomohon. Sebelum pandemi pemasukan berkisar Rp. 14 juta perbulan. Tapi selama pandemi yang sudah berjalan hampir tiga bulan, pendapatan belum stabil dan jauh di bawah karena sepi kendaraan,” jawab Kadis Perhubungan Kota Tomohon Ronny Kalesaran ketika ditanya media ini.

“Namun sepekan, aktifitas kendaraan roda empat yang masuk dan keluar terminal mulai terlihat. Ini akan membawah dampak pemasukan retribusi. Mudah-mudahan kedepan sudah normal kembali,“ sebut Kalesaran yang kebetulan bersua dengan media ini pagi tadi di pos retribusi.

Seperti diketahui, setiap kendaraan beroda empat (pelat hitam dan pelat kuning) yang keluar melintas pos retribusi di Terminal Wilken, dipungut bayaran Rp. 3.000,- Tapi khusus kendaraan beroda empat pelat kuning seperti angkot mikrolet itu hanya sekali bayar setiap melintas pos. Sementara kendaraan beroda dua (motor) tidak dipungut bayaran.
Pantauan tadi pagi hingga jelang siang hari, kendaraan roda empat yang parkir dipelataran Terminal Beriman mulai kelihatan banyak (fry/foto jud).


