Jenniver Mantow M.Psi., Psikologi, “Perempuan Berpolitik dan Isu Kearifan Lokal”

BAGIKAN

Date:

Mileniumtimes.com-TOMOHON

SECARA kuantitas, perempuan di Kota Tomohon lebih banyak dari pria. Tetapi perempuan Tomohon berpolitik masih kaum pria lebih dominan tampil di panggung politik sehingga membuat kaum hawa menempati posisi kedua setelah laki-laki.
Namun menariknya dialog yang digelar oleh KPU Tomohon di Bukit Inspirasi Tomohon Sabtu (21/11) kemarin ternyata diamati oleh seorang psikolog wewene Tou Mu’ung.
Ada sisi menarik namun substantif bagi perempuan yang juga pemerhati kesetaraan gender ini. Berikut pandangan singkatnya.

SEBAGAI seorang perempuan, saya senang karena ada keterwakilan perempuan dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tomohon Tahun 2020 ini.
Tokoh perempuan perlu hadir untuk menjadi inspirasi bagi sesama perempuan Tomohon.
Apalagi dalam budaya Minahasa, kesetaraan antara perempuan dan laki-laki tidak berat sebelah.
Banyak tokoh dalam sejarah Minahasa yang digambarkan sebagai “Wewene Keter” (perempuan kuat) yang memiliki peran penting. Sebut saja perempuan Karema, Lumimuut dan Pingkan yang setia dengan Matindas.
Kata “Keter” di sini berarti kuat namun dalam penggunaannya sekarang ini mengalami perluasan makna, bukan hanya kuat fisik, tapi kuat mental juga (resilien). Jadi “Wewene Keter” bermakna juga Perempuan yang kuat mental.

Selain isu keterlibatan perempuan dalam politik, istilah kearifan lokal juga makin sering didengungkan akhir-akhir ini.
Hanya saja, dalam debat kedua calon Wakil Walikota yang diselenggarakan KPU Tomohon tersebut istilah “Srikandi” dimunculkan oleh seorang Wewene yang mengikuti pemilihan wakil walikota Tomohon.
Saya tidak bermaksud mengerdilkan budaya luar di sini.
Saya hanya ingin agar istilah kearifan lokal yang terus didengung-dengungkan itu dipraktikkan oleh calon pemimpin kita.
Jangan lupa, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung.
Tomohon punya kearifan lokal, Tomohon punya “Wewene Keter”
Siapa pun yang terpilih, 9 Desember 2020 nanti, semoga bisa menjadi pemimpin yang menjadi teladan. Bisa mengusung kearifan lokal daerah Tomohon dan mampu menginspirasi kami masyarakat Tomohon (fry).

BAGIKAN

spot_imgspot_img

TERBARU