TOMOHON, Mileniumtimes.com– Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Komunikasi Pria Kaum Bapa (PKB) Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dimana Sulawesi Utara menjadi tuan rumah menghasilkan dua hal penting.
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey yang juga Ketua FK PKB PGI menuturkan kedua hal penting tersebut.
“Pertama diimbau kepada seluruh bapak-bapak terkait program 1821, artinya mulai jam 18 sore sampai 21 malam, bapak-bapak harus mematikan handpone. Tujuannya memberi teladan bagi keluarga, istri dan anak, sebagai wujud menjadi imam di tengah keluarga Kristen,” terang OD.
Hal penting berikutnya, lanjut Dondokambey yakni FK PGI PK/B juga menyatakan siap bersinergi dengan Pemerintah, dalam situasi nasional kita akan bersama-sama dengan pemerintah terlebih memerangi Covid-19.
“Serta yang paling pokok kita bersama-sama dengan Pemerintah menjaga keutuhan NKRI dari Sabang sampai Merauke,” lanjut salah satu ketua PGI dari unsur nonpendeta ini.
Kedua hal itu disampaikan Olly Dondokambey usai Ibadah penutupan Rakernas FK PKB PGI, Senin (30/5) bertempat di Terung Kabasaran Kolongan Tomohon.
Tomohon sebagai lokasi penutupan raker, Gubernur Sulut dua periode ini mengatakan hal tersebut sudah diatur.
“Dimana kita bisa memperlihatkan kota-kota yang ada di Sulut termasuk Kota Tomohon.
Kota yang sejuk dan kota religius. Sehingga saat para peserta kembali ke daerah masing-masing mereka akan menceritakan, sehingga banyak orang datang kemari,” tukasnya.
Sementara Walikota Tomohon Caroll Senduk yang hadir dalam kesempatan tersebut menuturkan ini merupakan salah satu upaya bersama menjelaskan Tomohon sebagai Kota Religius.
“Selain memberikan kesan tersendiri sebagai pemerintah kota, tentu juga mengapresiasi dan berterima kasih kepada Gubernur yang juga ketua FK PKB PGI mempercayakan Kota Religius Tomohon sebagai tempat penutupan raker ini.
Sehingga semakin jelas label Kota Religius, dan diharapkan ke depan akan ada kegiatan serupa di sini,” harap Senduk (fry).





