TOMOHON, Mileniumtimes.com– Situs bersejarah religi di Kota Tomohon salah satunya Gereja Sion tempat dideklarasikan berdirinya Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM).
Nilai historisnya tinggi dalam perjalanan sejarah GMIM dan kehidupan beragama di Tanah Toar Lumimuut . Dengan itu, membuat begitu banyak kalangan baik warga GMIM maupun penganut agama lainnya terpikat mengunjungi salah satu gereja tertua di Sulut.
Apalagi bangunan gereja tua ini masih sama dengan saat awal ditahbiskan pada 23 Februari 1930.
Ketua Jemaat GMIM Sion Tomohon Pdt Azer Senduk Roeroe berinovasi dengan menyiapkan ‘pramuwisata’ sejarah Gereja Sion Tomohon.
Langkah konkritnya, pada Sabtu (5/6/2021) saat Jemaat GMIM Betania Teling Tinngkulu yang mengadakan napak tilas injil masuk di Tanah Minahasa HUT pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen ke 190 mendapat kesempatan perdana menerima pemaparan asal-usul sejarah “Djama’at Moela Moela Tomohon” dan Gereja Sion Tomohon.
Saat berkunjung ke Gereja Sion bukan hanya sekedar mengabadikan momen berada di tempat berdirinya GMIM, melainkan mendapatkan pengetahuan sejarah gereja.
Pdt Azer Senduk Roeroe mengakui, langkah ini sebagai upaya melestarikan perjalanan historis mengenai gereja yang menjadi ikon GMIM ini.
“Tentunya maksud dan tujuan ini bukan sebatas memperlihatkan bagaimana keadaan bangunan fisik dan berbagai barang bersejarah yang masih digunakan, melainkan juga memberi pengetahuan latar belakang sejarah Gereja Sion maka dari itu menggandeng pegiat sejarah yang mengerti dan memahami setiap referensi yang ada terkait Gereja Sion,” jelas Pdt Roeroe yang juga Ketua FKUB Tomohon.
Mendapat tugas panggilan gereja ini, Judie Turambi mengapresiasi dan berterima kasih akan tanggung jawab yang diberikan.
“Menerima tugas untuk menjelaskan kepada publik atau jemaat atau perorangan atau juga pegiat sejarah gereja yang ingin cari tau, “Djemaat Moela Moela Tomohon” dan sejarah terbentuk, siapa arsitek bangunan Gereja Sion dan dibuat tahun berapa serta siapa saja petinggi petinggi Republik Indonesia yang pernah mampir di Gereja Sion.
Bahkan Gubernur Jenderal Belanda datang berkunjung di Gereja Sion yang kala itu bernama Indische Kerk atau Gereja Protestan Hindia Barat untuk meresmikan GMIM berdiri.
Yang menarik akan diketahui siapa yang memberi nama Gereja Sion ” jelas Turambi.
Memaknai tugas dan tanggung jawab yang diberikan, Turambi menuturkan sebagai orang beriman tentunya ini memberikan makna pribadi.
“Ini tugas baik dan panggilan gereja yang juga bentuk sebuah pelayanan, tentunya lewat ini bisa memicu semangat bagi jemaat lainnya, sehingga bisa mewariskan hal positif terkait latar belakang gereja dan jemaat masing-masing,” harapnya.
Selain itu, ditambahkanmya pula gereja ini memiliki nilai sejarah dalam perjalanan Indonesia, dimana Presiden Soeharto dan Ibu Tien pernah datang Gereja Sion saat berziarah ke maka Pdt. A.Z.R Wenas pada Oktober 1967.
“Selain dibangun zaman Belanda, nilai historis lainnya juga terdapat pada mimbar tua yang ada di dalam Gereja Sion Tomohon memiliki kenangan tersendiri bagi keluarga Soekarno, dimana Presiden RI pertama Ir Soekarno pernah berpidato di situ pada 30 September 1957.
Tidak hanya itu, Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri yang juga merupakan ibunda Ketua DPR RI saat ini Puan Maharani sempat melakukan hal yang sama dengan ayahnya pada 8 Agustus 2016 didampingi Ketua BPMS Pdt H WB Sumakul.
Ini mencerminkan toleransi yang tinggi di Tanah Minahasa mengingat dua tokoh negara tersebut beragama muslim bisa berpidato di mimbar yang menjadi saksi perjalanan GMIM,” tukas Turambi (jej).








