TOMOHON, Mileniumtimes.com–Pasca dinyatakan lolos tahapan seleksi administrasi, para kontestan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Kota Tomohon berlanjut ke asesmen kompetensi.
Sebanyak 11 peserta adu hebat berburu kursi DB 6 G, dengan menyiapkan makalah dan wawancara yang digelar di kantor Regional Badan Kepegawaian Negara (BKN) Xi Manado pada Jumat (18/6).
Pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota Tomohon Hadir Bersama Penjabat Sekretaris Kota Tomohon Jemmy Ringkuangan.
Saat memberikan sambutan, Lumentut membakar semangat para kontestan dengan menjelaskan tahapan seleksi ini sangat penting, ini fair dan tak ada yang diunggulkan.
“Untuk itu, kami mengajak para peserta untuk memberikan kemampuan terbaik dalam tahapan asesmen ataupun penulisan makalah. Silahkan berkompetisi dengan memberikan yang terbaik. Dan yang paling utama bekerja dengan baik,” terang Lumentut.
Tidak hanya itu, Wawali Tomohon juga sempat melontarkan dua pertanyaan bagi para peserta.
“Pertama terkait langkah awal apa yang akan dibuat utk peningkatan kesejahteraan sipil dan ASN di Kota Tomohon. Kedua, langkah-langkah apa yang akan ditempuh untuk menangani Covid-19 dan menjadikan kota Tomohon zona hijau,” jelas sosok yang akrab disapa WL ini.
Dijelaskan pula untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi, instansi pemerintah harus melakukan promosi jabatan pimpinan tinggi secara terbuka melalui pengisian jabatan yang lowong secara kompetitif dengan didasarkan pada sistem merit.
“Dengan sistem merit tersebut, pelaksanaan promosi jabatan berdasarkan kebijakan dan manajemen ASN yang dilakukan sesuai dengan kompetensi, kualifikasi, kepangkatan, pendidikan dan latihan, jejak jabatan, integritas, moralitas”
“Selain itu, harus sesuai kinerja, adil dan wajar dengan tidak membedakan agama, ras, latar belakang politik, warna kulit, usul, jenis kelamin, status perkawinan dan umur, oleh karena itu, pengembangan karir PNS dilakukan berdasarkan kualifikasi, kompetensi penilaian kinerja dan kebutuhan instansi pemerintah serta dilakukan dengan mempertimbangkan integritas dan moralitas,” urainya.
Jabatan sekretaris daerah merupakan jabatan yang strategis karena merupakan motor penggerak utama dalam pelaksanaan pemerintahan, pembangunan dan sosial kemasyarakatan.
Selain itu sekretaris daerah memiliki peran penting dalam mengawal proses perubahan dengan cara melakukan reformasi pegawai. Sekertaris daerah harus melaksanakan tugas dengan melaksanakan pelayanan prima dan akuntabilitas kinerja serta keuangan demi terwujudnya pemerintahan yang berdayaguna, besih dan bertanggung jawab,” tukasnya.
Sementara itu Wakil Kepala BKN Supranawa Yusuf mengapresiasi Pemerintah Kota Tomohon yang telah melaksanakan proses kegiatan ini, semoga menjadi contoh bagi daerah lain.
“Berharap Pansel dapat bekerja secara objektif, dengan adanya proses ini akan menghasilkan Sekot yang bernar benar berkualitas karena peran Sekot di Pemerintahan Daerah sangat berpengaruh dalam pelaksanaan suatu Pemerintahan suatu daerah,” jelas Yusuf.
Sementara Kaban Kepegawaian Daerah Provinsi Sulut sekaligus ketua panitia seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Kota Tomohon Dr Femmy Suluh mengapresiasi kepada peserta yang sangat antusias mengikuti proses seleksi ini.
“Berbagai proses tahapan seleksi yang telah dan akan dilalui oleh para calon pimpinan tinggi pratama Sekretaris Daerah Kota Tomohon mulai dari seleksi administrasi, penilaian rekam jejak, seleksi kompetensi (assesment), penyusunan dan presentasi makalah dan wawancara,” urai Suluh.
Tampak hadir Kepala Kantor Regional XI BKN Manado Dedi Herdi, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Tomohon Jemmy Ringkuangan, juga anggota panitia seleksi Prof Dr Philotheus Tuerah, Dr Flora Pricillia Kalalo, Dr Kakaskasen Roeroe.
Diketahui peserta seleksi kali ini yakni Edwin Roring, Gerardus Mogi, Joppie Kalangi, Steven Waworuntu, Jusak Pandeieot, Florensianus Karundeng, Nova Rompas, Novi Politon, Ruddie Lengkong, Dr Juliana Karwur, Octavianus Mandagi (fry).









