Jurang Air Terjun Tekaan Telu Tinoor Makan Korban, 5 Jam Evakuasi Korban Selamat

BAGIKAN

Date:

TOMOHON, Mileniumtimes.comTim gabungan dan dibantu masyarakat dari Tinoor Satu berhasil mengevakuasi seorang warga yang jatuh di jurang Air Terjun Regesan Tekaan Telu, Kelurahan Tinoor Satu, Kecamatan Tomohon Utara, Senin (21/6) malam.

Korban selamat seorang remaja pria diketahui bernama Jovan Lalangu (15) warga Kawiley Minahasa Utara. Saat ditemukan Tim Gabungan, kedua kaki korban tampak mengalami luka parah dan mengeluarkan darah.

Dari informasi yang diperoleh di lokasi kejadian, rombongan remaja ini bermula ada enam orang dari Minahasa Utara dan berencana semula akan mengunjungi Gunung Lokon tetapi akhirnya berubah rencana, ke air terjun Tekaan Telu.

Salah satu rekan mereka lebih dahulu pulang, tersisa lima remaja yang terdiri dari tiga laki-laki dan dua perempuan kesemuanya masih berusia di bawah 17 tahun. Yakni Korban Jovan Lalangu, Riva Pontiang (16), Rafael Tangkudung (16), Jenifer Paat (16) dan Rianny Dumais (13)

Menurut keterangan rekan korban, kecelakaan terjadi sekira pukul 18.00 wita dan karena panik langsung berusaha mencari pertolongan, beruntung diketahui warga sekitar yang hendak mencari tikus di hutan.

Dibantu dua warga Tinoor Fahri Longdong dan Rendy Sondakh akhirnya diarahkan ada yang menemani korban yang sudah tidak bisa berdiri, dan salah satu rekannya yakni Riva Pontiang melaporkan kejadian ke Polsek Tomohon Utara.

Kapolsek Tomohon Utara Iptu Hence Supit SH menuturkan, setelah menerima laporan pihaknya langsung menginstruksikan anggota menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP), sekaligus melakukan koordinasi dengan BPBD Tomohon.

“Saat tiba di lokasi menemukan medan untuk melakukan evakuasi cukup sulit karena keadaan track sangat curam dan membahayakan”

“Dibantu Lurah Tinoor Satu bersama warga, juga anggota Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja bersama BPBD mencoba melakukan evakuasi secepatnya karena korban masih dalam keadaan selamat,” terang Supit saat diwawancarai awak media di TKP.

Orang tua korban juga yang telah menunggu proses evakuasi sekira 5 jam terlihat sangat terpukul akan kejadian yang menimpa anak mereka, meskipun masih dalam keadaan selamat.

“Terima kasih banyak atas bantuan dari bapak-bapak sekalian, tentunya kami keluarga tidak mampu membalas tapi kami yakin Tuhan akan melihat kebaikan bapak semua karena telah membantu mengevakuasi anak kami,” terang ayah korban James Lalangu yang setia mendampingi dan menenangkan istrinya yang terlihat shok.

Lurah Tinoor Satu Steven Karundeng yang juga membantu evakuasi mengakui prosesnya lumayan berat karena korban berada jatuh ke bawah jurang puluhan meter.

“Apalagi dengan peralatan seadanya kami berusaha mengangkat korban dengan mengikat bersamaan korban dan penyelamat, baru bisa ditarik ke atas”

“Medan yang rumit mengakibatkan proses evakuasi butuh waktu sekira 5 jam, sehingga kami juga sempat memberikan makanan seadanya ke korban dan dua rekannya yang menemani karena takutnya mereka terkena hipotermia,” jelas Karundeng.

Lanjutnya lagi ini sudah merupakan kejadian kesekian kalinya, sehingga berencana akan segera menutup jalur via pos ini dan nantinya mengarahkan yang sudah disediakan oleh Dinas Pariwisata Kota Tomohon.

Jalur ini sulit untuk diawasi, karena lumayan jauh dari rumah penduduk sekitar. Kalau tidak salah ini satu-satunya korban yang selamat yang jatuh di area air terjun ini. Sekedar diketahui bersama, kami saja warga Tinoor tidak ada yang berani melintas ke area air terjun ketika hari mulai gelap,” lanjutnya.

Sememtara korban didukung bergantian oleh petugas dan warga yang mengevakuasi hingga bisa tiba di pos yang biasa digunakan sebagai jalur masuk. Setelah dievakuasi dari jurang, korban langsung diantar ke RSUD Tomohon oleh ambulance yang telah disiapkan (fry).

BAGIKAN

spot_imgspot_img

TERBARU