TOMOHON, Mileniumtimes.com – Sosok Jefferson Rumajar memang fenomenal dan populis. fasilitas kepulangannya di kampung halamannya alias pulkam Tomohon dalam suasana berkabung atas tutup usia sang istri, Jeanny ‘Neny’ Montolalu Senin, (12/7) lalu.
Ternyata momen ini dimanfaatkan sejumlah politisi lintas partai politik, mantan anggota dewan, pejabat / mantan pejabat, tokoh masyarakat adalah kerabatnya untuk “merewo-rewok” (kumpul-kumpul / Tombulu) dan ‘ menimbah’ ilmu .
Jiwa kepemimpinan yang supel dan punya segudang pengalaman politik dari mantan orang nomor satu Tomohon itu boleh jadi alasan sehingga kumpul-kumpul.
Tak ayal, usal melayat, rumah duka yang berada di bilangan Limondok, Kelurahan Talete Satu, sejak kedatangannya Rabu (13/7) langsung jadi lokasi ‘kongkow-kongkow’.
Kehadiran para kolega Epe, tak kenal waktu, selepas pagi hari, satu per satu atau berkelompok datang bertandang di rumah duka sedari siang hari, hingga malam hari.
Seperti terlihat dihari Rabu, ada Sherly Adeline Sompotan SAS) mantan Wakil Wali Kota Tomohon, Ventje Goni mantan birokrat ada El Paat.
Ada juga Piet Pungus, Melky Tangkawarouw, Ferdinand Datu ketiganya mantan legislator Tomohon dan beberapa pejabat/ mantan birokrat Tomohon sedari era alm. Boy Simon Tangkawarouw (BST).
Di hari Kamis, terlihat ada Andy Raymond Sengkey mantan Ketua DPRD Tomohon, juga Ivan Sarundajang mantan Wabup Minahasa.
Masih dihari Kamis, terlihat Arnold Poli mantan Sekkot Tomohon, ada Laurens Bulo ex Plt. ekkot Tomohon, Jus Tumurang mantan Legislator Sulut, ada Jack Palar, tokoh masyarakat Adolf Masengi dan beberapa pejabat Kota Tomohon dan pejabat dari Kabupaten Minahasa.
Tak ketinggalan, para jurnalis Tenny Assa dan David Mandey, Ronald Gampu serta Stevy Tampi.
Tema percakapanpun beragam, mulai dari perpolitikan Tomohon, Sulut dan nasional, pemerintahan hingga sosial kemasyarakatan.
Kala memegang tongkat komando Kota Tomohon periode 2005-2010, Epe menjadi salah satu pemimpin berkarisma.
Dibarengi prestasi di pertunjukan lokal, nasional yang ditayangkan internasional.
Karir politik Epe, sapaan familiarnya, tentu tak boleh dipandang sebelah mata.
Epe yang matang dalam seluk belum dunia politik adalah Wali Kota Tomohon pertama pilihan rakyat.
Sebelumnya, ia pernah menjadi anggota DPRD Minahasa dan Kota Tomohon.
Lalu menjadi Ketua Umum Panitia Persiapan Kota Tomohon (P2KT) berperan aktif dalam perjuangan pembentukan Kota Tomohon dan sebagai pimpinan Parpol, hingga Wali Kota Tomohon.
Termasuk goresan-goresan buah pemikiran dan support-nya yang jadi bagian perjuangan turut mengantar Caroll Senduk dan Wenny Lumentut sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tomohon periode 2021-2024.
Lembaran hidup yang oleh banyak kalangan dijadikan sebagai motivator bahkan inspirator, yang tidak boleh dilewatkan untuk sharing ketika bertatap muka (fry).











