TOMOHON,mileniumtines.com – Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Kota Tomohon memberikan warning kepada partai politik (Parpol) untuk segera menurunkan Alat Peraga Sosialisasi (APS) ada sampai batas waktu hari ini.
Pasalnya institusi pengawas tersebut akan segera melakukan tindakan tegas menurunkan APS tersebut mulai esok (Sabtu 4/11) dengan melibatkan aparat keamanan terhadap APS yang sudah berwujud Alat Peraga Kampanye (APK).
“Bawaslu sudah dua kali melayangkan surat ke semua Parpol di Kota Tomohon. Dimana di surat imbauan tersebut, Parpol didorong untuk melakukan penurunan APS yang sudah bernuansa APK secara mandiri,” kata Ketua Bawaslu Kota Tomohon Stenly Kowaas.
Dikatakannya pula aksi penertiban ini sendiri juga merupakan hasil kesepakatan bersama dengan pimpinan Parpol dalam Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan penertiban APS yang sudah berubah wujud menjadi APK bersama jajaran Forkopimda, SatPol PP dan seluruh pimpinan Partai Politik, Kamis (2/3).
Menururnya pula terkait penertiban APS, Bawaslu pada prinsipnya menekankan pada prinsip pencegahan.
“Respon Parpol terhadap imbauan tersebut disambut positif. Hal ini ditandai dengan banyaknya APS yang sudah diturunkan secara mandiri oleh Parpol,” ungkapnya.
Kami mengapresiasi inisiatif Parpol tersebut. Ini juga menandakan bahwa Parpol makin dewasa dalam menyikapi regulasi Pemilu, tambah Kowaas.
Dalam Rakor semua Parpol menyetujui norma-norma terkait penertiban APS, termasuk penjelasan soal batasan mana APS yang akan ditertibkan dan mana yang tidak.
“Kami mengajak juga Parpol untuk mengedukasi masyarakat konstituen mereka, agar supaya tidak muncul kesan pilih kasih atau tebang pilih. Karena memang ada beberapa alat peraga sosialisasi yang tidak menyalahi aturan, sehingga memang tidak akan direkomendasikan ke Satpol PP untuk ditertibkan,” urai Kowaas.
Sementara itu Kordiv Hukum dan Pencegahan Bawaslu Kota Tomohon Handy Tumiwuda menambahkan, dalam penertiban yang akan dimulai Sabtu (4/3) esok, yang mana wilayah eksekusinya akan dilakukan Satpol PP, Parpol juga diundang untuk hadir di lokasi.
“Supaya kalau masih ada hal-hal yang mengganjal, bisa dikomunikasikan dengan baik di lapangan,” tutupnya.(rek).



