

TOMOHON, MILENIUMTIMES.com — Kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tomohon Tahun 2025 dan Capacity Building Penyusunan Roadmap Pengendalian Inflasi Daerah 2025–2027, dihadiri Wakil Wali (Wawali) Kota Tomohon, bertempat di Hotel Vila Emita Tomohon, Jumat (05/12).
Wawali menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan ini merupakan momentum yang sangat strategis dalam menentukan arah kebijakan pengendalian inflasi Kota Tomohon untuk tahun-tahun mendatang.

“HLM TPID merupakan forum pengambilan keputusan tingkat tinggi untuk memastikan seluruh kebijakan pengendalian inflasi di Kota Tomohon berjalan lebih terarah, terkoordinasi, dan responsif terhadap dinamika ekonomi,” ujarnya.
Lanjutnya, memasuki triwulan IV tahun 2025, tantangan pengendalian inflasi semakin kompleks. Di antaranya fluktuasi harga komoditas pangan strategis, perubahan iklim yang memengaruhi produksi hortikultura, tingginya biaya distribusi antarwilayah, serta meningkatnya kebutuhan masyarakat pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Natal dan Tahun Baru.
Karena itu, ia menekankan pentingnya memperkuat sinergi lintas sektor bersama Forkopimda, Bank Indonesia, Bulog, Pertamina, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, dan perangkat daerah terkait.

Lanjut dikatakan, bahwa seluruh intervensi perlu tetapi berlandaskan pada empat pilar pengendalian inflasi, yakni: Ketersediaan pasokan (availability), Keterjangkauan harga (affordability),
Kelancaran distribusi (accessibility), dan
Komunikasi efektif (communication).
“Tomohon sebagai daerah dengan kekuatan pada sektor hortikultura dan pariwisata memiliki peluang besar dalam menjaga stabilitas pasokan pangan melalui optimalisasi produksi lokal”
“Namun tantangan seperti tingginya volatilitas harga cabai dan bawang hingga ketergantungan pasokan dari luar daerah tetap perlu diantisipasi melalui kerja sama antar daerah,” jelas Wawali.

Melalui HLM ini, Wawali menekankan beberapa fokus langkah yang harus menjadi komitmen bersama, antara lain meningkatkan produktivitas pertanian, memperbaiki sistem rantai pasok, memperluas digitalisasi data harga, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mempercepat respons kebijakan terhadap gejolak harga.
Terkait kegiatan Capacity Building Penyusunan Roadmap Pengendalian Inflasi Daerah Kota Tomohon 2025–2027, Wakil Wali Kota menyebutkan bahwa roadmap ini menjadi dokumen strategis sebagai arah kebijakan jangka menengah TPID.

“Roadmap tersebut akan memastikan bahwa setiap intervensi memiliki tujuan terukur, komoditas prioritas ditangani dengan strategi yang tepat, indikator kinerja perangkat daerah menjadi lebih jelas, serta seluruh program tidak lagi bersifat reaktif, tetapi terencana dan berkelanjutan,” papar Rumajar (fry).




