Hebat ! Wartawan Associated Press dan NHK, Paul Purukan, Anak Mantan Kuntua Tinoor dan Kakaskasen, Bergelar Doktor

BAGIKAN

Date:

TOMOHON, Mileniumtimes.com– Di era kini, tidak banyak memang orang yang mengetahui profesinya. Termasuk dari daerah kelahirannya Tomohon khususnya di Roong (Negeri) Tinoor.

Kalau pun ada yang mengetahui, itu terbatas dari kalangan keluarga, saudara, kerabat se kampung Tinoor.

Padahal anak dari mantan Hukum Tua Negeri Tinoor (1964-1965) dan sebelumnya Hukum Tua Kakaskasen (1944-1945) bernama Andries Suatan Purukan ini, dia jurnalis hebat dan punya gelar akademi, seorang doktor.

Tempat bekerjanya sebagai jurnalis baik di dalam dan luar negeri. Seperti media asing yakni di Kantor Berita Associated Press (AP) sebuah Kantor Berita terkenal yang didirikan pada 22 Mei 1846 dan berkantor pusat di New York Amerika Serikat.

Karena profesi, Buang begitulah orang Tinoor akrab memanggilnya sampai menjelajahi 20 negara di kawasan Asia Tenggara, Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah, Eropa Timur, Eropa Barat, Amerika Utara dan Amerika Serikat.

Olehnya, Paul Purukan masuk dalam keanggotaan Perkumpulan Wartawan Asing di Indonesia (Foreign Correspondentie Committe of Indonesia) sejak 1958.

Dalam negeri pun dia sudah kunjungi 21 dari 27 propinsi kala itu.

Diketahui pula, dalam kartu PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) nya yang diterbitkan tahun 1965, Paul Purukan diterangkan sebagai Wartawan Radio Tv News sebuah Perusahan Penyiaran Jepang dan sebagai wartawan di American Brodcasting Company (ABC).

Dalam bertugas pria yang dikenal juga sebagai penulis, bertempat tinggal di beberapa negara.

Di penghujung profesinya, anak ke empat dari lima bersaudara yang beribukan Wilhelmima Hermine Mamangkey, menerima pensiun sebagai wartawan majalah Neues Leben dari Jerman.

Paul Purukan yang mengenyam pendidikan di era Kolonial Belanda, menyelesaikan pendidikan tingkat dasarnya (SD) di Katholieke Lagere School dan Katholieke MULO (SLTP) kedua-duanya di Manado dan SLTA di Bandung Jawa Barat juga pernah mengabdi di Harian Umum Sinar Harapan kala itu managing editor-nya Aristides Katoppo juga dari Tomohon.

Pengalaman Paul Purukan anak seorang eks tentara KNIL, juga sering menjadi anggota rombongan resmi pewarta Presiden Soekarno, Presiden Soeharto, Wapres Adam Malik dan beberapa menteri.

Prestasinya diluar jurnalis juga menonjol dan membanggakan.

Paul Purukan adalah undergraduate Middle East College dan graduate beberapa universitas dan sekolah tinggi serta University of Chicago di Amerika Serikat hingga bergelar doktor teology yang diperolehnya di Beirut Lebanon.

Terakhir, Paul Purukan yang beristerikan Julita Adelyda Rompis bekerja di ladang Tuhan dengan menjadi penginjil. Dan di Cimahi Jawa, dia mendirikan Sekolah bernama Vitanova.

Paul Purukan kelahiran Aceh, 12 Agustus 1931, akhirnya di panggil Sang Khalik pada 22 Desember 1995 dan meninggal dunia di Rumah Sakit Advent Bandung (fry).

(Selanjutnya baca Buku “The Secret of Tomohon”, Kantoro pah Liuzen by JJT).

BAGIKAN

spot_imgspot_img

TERBARU