TOMOHON, Mileniumtimes.com–
Pemerintah Kota Tomohon melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah menggelar kegiatan pelatihan keterampilan menjahit ibu rumah tangga kepala keluarga terdampak Covid-19
Kegiatan dilaksanakan di Emerah Cottage, Kakaskasen Dua Tomohon Utara, Kamis (14/10).
Wali Kota Tomohon Caroll Senduk melalui Ketua TP PKK Kota Tomohon Jeand’arc Senduk-Karundeng saat membuka kegiatan menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan program Pemerintah Kota Tomohon.
“Pelatihan dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas keluarga untuk mendukung pembangunan nasional melalui pembangunan manusia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya,” sebut Wali Kota Tomohon dalam sambutannya yang dibacakan Ketua TP PKK Tomohon Jeand’arc Senduk Karundeng.
Disamping itu kata Jeand’arc Karundeng, salah satu upaya untuk mewujudkan peningkatan kualitas keluarga, didalamnya peningkatan ekonomi masyarakat.
Sehingga diharapkan peserta mampu meningkatkan keterampilan yang ada, menguasai teknik-teknik yang baru juga meningkatkan pengetahuan bagi ibu-ibu rumah tangga.
Hingga dapat menjadi mandiri untuk memenuhi kebutuhan keluarga, selain itu juga dapat berperan dalam mengisi pembangunan di bidang ekonomi.
“Kami berharap agar para peserta pelatihan dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya”
“Sehingga memperoleh bekal keterampilan dan manfaat besar dalam menunjang perekonomian keluarga dan perekonomian bangsa”, ucap Jeand’arc isteri Wali Kota Tomohon yang pada kesempatan itu, ikut menyerahkan secara simbolis bantuan peralatan mesin jahit kepada perwakilan peserta.
Sebelumnya Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah Kota Tomohon dr John Lumopa melalui Sekdis Themry Lasut mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman keterampilan peserta baik secara lisan maupun teori tentang peningkatan ekonomi masyarakat dan keterampilan jahit menjahit.
Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan perekonomian industri rumah tangga, memperoleh pengetahuan dan keterampilan menjahit,
meningkatkan pendapatan keluarga serta membantu mengatasi masalah yang terjadi akibat pandemi Covid 19 lewat bantuan peralatan mesin jahit.
Kegiatan selama dua hari ini diikuti para ibu rumah tangga kepala keluarga / pelaku usaha menjahit sebanyak 44 orang, yang merupakan utusan per kelurahan.
Sedangkan untuk narasumber dan instruktur menjahit dari TP PKK Tomohon (fry).






