Mileniumtimes.com-TOMOHON
TANGGAL ini 53 tahun lalu, persisnya Rabu, 11 Oktober 1967 jam 10.00 pagi, Domenee (Domeni/Ds) Albertus Zacharias Roentoerambi Wenas meninggal dunia.
Saat berhenti sejenak setelah beberapa langkah meninggalkan gedung club gebouw, Domeni Wenas berdiri di depan dalam barisan deretan pandita-pandita yang akan membuka Sidang Sinode GMIM ke- 34 di Gereja “Sion” Tomohon. Pandangan matanya seolah melukiskan kata-kata, “Selamat Tinggal Kawan-kawan”.

Domeni AZR Wenas berdiri bagian depan dalam deretan pandita-pandita yang akan mengikuti Sidang Sinde GMIM ke 34 saat keluar dari Gedung Clubgebouw di Negeri Paslaten yang akan menuju ke ke Gereja Basar “Sion” (Foto: Istimewa)
Itu terjadi pada, Minggu, 8 Oktober 1967, hari yang penghabisan seorang gembala tersetia untuk penghabisan kalinya memberikan khotbah dalam keadaan tubuh yang semakin lemah.
Sudah Genap. Barulah ia merasa lelah dan berhenti, setelah 70 tahun hidup dan berjuang untuk gereja dan tanah air.

Reaksi Ibu Martina Adriana Mambu isteri Ds. A.Z.R Wenas saat mengetahui suaminya telah meninggal (foto: istimewa)
“Oh Tuhan….! (Reaksi ibu Martina Adriana Mambu) ketika mengetahui suaminya tercinta telah meninggal). Ibu Martina Adriana Mambu (isteri Ds. Wenas) sepertinya merasa kelamnya hidup ini ketika ia mengetahui kalau suaminya tercinta telah menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Saat disemayamkan di rumah dari Pandita Wenas-Mambu di Kampung Talete (kini bangian/samping kiri dari RS. Bethesda), anak-anak yatim piatu dari “Nazareth” mengelilingi jenasah bapaknya yang tercinta.
Ada seorang anak yatim piatu dekat dengan jenasah sambil berlinang air mata berkata dengan perlahan….
“Pak bagaimana nasib kami Pak ? Mengapa Bapak tinggalkan kami ? ”
Berita kematiannya langsung diumumkan dalam Sidang Sinode GMIM yang tengah berlangsung di Gereja “Sion” Tomohon (8-13 Oktober 1967). Sidang dan seluruh masyarakat GMIM di Tanah Minahasa berkabung.

Biarawati Roma Katolik datang melayat di rumah duka di Talete karena mereka kehilangan seorang sahabat tersetia Domeni A.Z.R Wenas (Foto: Istimewa)
Biarawati Roma Katolik pun turut merasakan kehilangan seorang sahabat tersetia Domeni A.Z.R Wenas. Kantoro pah Liuzen (fry/Disarikan dari naskah buku, The Secret of Tomohon, Kantoro pah Liuzen)



