“Sion” Tulisan Awal Sejak Tahun 1956 Kembali Ditulis Setelah Menghilang Puluhan Tahun

BAGIKAN

Date:

Mileniumtimes.com-TOMOHON

AKHIRNYA tulisan awal “Sion” di Gereja Sion Tomohon boleh terpampang kembali di tempat semula persis di bagian atas pintu utama gereja. Tulisan serupa di atas papan mirip tulisan awal atau asli ini, baru dipasang dini hari Minggu (29/11).

“Menulis dan memasang kembali papan nama Sion ditempat semula adalah bagian dari sejarah agar kita tetap terus mengingat karya bernilai religius pelayan Tuhan puluhan tahun yang lalu”

“Tulisan yang serupa dengan huruf yang dibangun adalah identitas Gereja Sion dan sudah menjadi iconik Protestan di Tomohon. Hanya saja sempat menghilang, ” ujar Pdt. Azer Roeroe, M.Th Ketua Jemaat GMIM Sion Wilayah Tomohon Dua kepada media pagi tadi saat berkunjung ke gereja.  

   

Diketahui kalau tulisan otentik atau awal Sion mulai dipasang di Gereja Sion diduga pada masa Ds. A.Z.R Wenas Ketua Klasis Tomohon dan sekaligus Ketua Sinode GMIM.

Kata Sion itu ditulis diatas papan lalu dipasang di atas pintu utama gereja setelah Klasis Tomohon di tahun 1956 dalam rapat memutuskan Gereja Protestan Tomohon atau orang Tomohon menyebutnya Gereja Basar (Besar) menjadi nama Gereja Sion.

Tidak diketahui persis kalau tulisan awal Sion ini terpasang berapa lama. Namun ketika Presiden Soeharto datang berziarah di makam Ds. A.Z.R Wenas di Paslaten tahun 1967, tulisan awal Sion sudah diganti dengan tulisan kedua, Sion dengan huruf yang lain.

Dikemudian hari, tulisan Sion kedua juga diperkirakan hanya sampai tahun 1970-an. Setelah itu, tidak ada lagi tulisan Sion ditempat semula. Tulisan Sion terkini seperti yang terpampang sekarang ini diinisiasi oleh Pdt. Senduk G.A. Roeroe, MTh dan hasil karya dari Leos Gara anggota Jemaat Sion Tomohon (fry).      

BAGIKAN

spot_imgspot_img

TERBARU