Mileniumtimes.com-TOMOHON
JUMLAH pasien terinfeksi dan kematian yang disebabkan oleh wabah virus Covid-19 di Kota Tomohon masih terus meningkat.
Data yang di rilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 per Selasa ( 22/12) menyebut 1.020 kasus terkonfirmasi positif Covid-19, Suspek 111 kasus dan meninggal 29 orang. Sementara yang dinyatakan sembuh/selesai isolasi, sebanyak 626 orang (Mileniumtimes.com, Selasa 22/12).

Gerardus Mogi Kaban BPKPD Tomohon (foto:Jud)
Terus mewabahnya virus Corona ini menjadi epidemi yang paling mahal dan tinggi biaya penanganannya.
Kalau begitu, berapa biaya yang telah dihabiskan oleh Pemkot Tomohon untuk membasmi Covid-19 sekira 8 bulan sedari April hingga Desember 2020 ?
Untuk penanganan Covid-19, Pemkot Tomohon telah menganggarkan Rp 71,9 miliar.
Rinciannya, semula diplot anggaran Rp 48 miliar. Pada APBD Perubahan September lalu, ditambah anggaran sekira Rp.18 miliar. Sehingga berjumlah Rp. 66 miliar.
Pada akhir November 2020 ditambah lagi anggaran sebesar Rp. 5,9 miliar.
“Ada tambahan dana BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) dari Kementerian Kesehatan yang masuk di akhir November 2020 lalu sebesar Rp. 5,9 miliar”
“Dana BOK tambahan tersebut peruntukannya khusus tenaga kesehatan yang menangani Covid-19”
“Jadi total anggaran penanganan Covid-19 berjumlah Rp. 71,9 miliar,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Tomohon Gerardus Mogi yang dihubungi via telpon WhatsApp, Selasa (22/12) malam.
Lantas berapa yang telah terserap atau terpakai ?
“Per 15 Desember 2020, sudah terpakai Rp. 50,1 miliar atau 69,70 persen,” terang Mogi.
Melihat besaran anggaran Rp. 50,1 miliar yang telah dihabiskan tidak serta merta membuat penyebaran dan penularan Covid-19 semakin menipis di Kota Tomohon. Justru klasifikasi zona merah didapat akibat terus meningkat wabah virus Covid-19.
Namun sampai saat ini, Pemkot Tomohon masih terus berupaya agar wabah virus Covid-19 ini segera berakhir di Kota Tomohon (fry).


