Senin, 11 Januari 2021
Mileniumtimes.com-TOMOHON
RATUSAN pendemo pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat kerusuhan di Gedung Capitol, Kamis 7 Januari 2021 WIB pekan lalu. Para pendemo menerobos masuk ke dalam bangunan paling ikonik itu. Sebagaimana dilaporkan CNN, setidaknya ada empat orang tewas dalam kerusuhan itu, termasuk seorang wanita yang ditembak.

Joe Biden Presiden Amerika Serikat Tepilih (foto: Getty Images)
Kerusuhan itu terjadi lantaran Presiden Trump menyuruh pendukungnya untuk melawan penghitungan suara elektoral yang akan mengonfirmasi kemenangan presiden terpilih Joe Biden. Para pendemo pendukung Donald Trump tidak terima hasil keputusan Pemilihan Presiden AS yang dimenangkan Joe Biden pada 3 November 2020 lalu.
“Ini bukan protes, ini pemberontakan, cukup, cukup” kata Biden dalam pidatoya yang ditayangkan di televisi nasional dari Wilmington Delaware AS seperti dilansir dari Moreschick
Saat itu juga, Biden menyerukan kepada pendukung Trump untuk mundur dan membuka demokrasi berjalan.

Gedung Capitol Amerika Serikat (foto : Wikipedia).
Di akun Twitternya, Biden juga mengatakan sangat menyesalkan perbuatan masyarakat AS yang membuat kerusuhan di Gedung Capitol, AS.
“Hari ini (Kamis 7/1/waktu AS) adalah pengingat, yang menyakitkan, bahwa demokrasi itu rapuh. Untuk melestarikannya membutuhkan orang-orang yang memiliki niat baik, pemimpin dengan keberanian untuk berdiri, yang mengabdikan diri bukan untuk mengejar kekuasaan dan kepentingan pribadi dengan cara apa pun, tetapi untuk kebaikan bersama,” tulis Joe Biden.
Teringat Film “Olympus Has Fallen”
Kalau Gedung Capitol diduduki para demonstran, lain halnya dengan White House atau Gedung Putih yang dikuasai oleh kelompok teroris.
Peristiwa itu bermula Gedung Putih kedatangan Perdana Menteri dari Korea Selatan Lee Tae Woo (Keong Sim) dan ajudannya, Kang Yeonsak (Rick Yune). Namun ternyata, kunjungan ini sudah diketahui sebelumnya oleh kelompok teroris Korea Utara.
Lalu, terjadi peristiwa penyerangan oleh teroris Korea Utara. Sebuah pesawat berukuran besar melintas di Washington DC dan menyerang istana kepresidenan, White House.
Presiden Asher dan Perdana Menteri Korea Lee (Keong Sim) dan ajudannya, Kang Yeonsak (Rick Yune) mereka pun dievakuasi dari ruang pertemuan ke bunker rahasia. Di sana aksi teror terus terjadi dan semakin menjadi. Di dalam bunker, Kang Yeonsak melakukan penembakan dan berhasil menguasai lokasi tersebut.

Foto Ilustrasi, cuplikan film Olympus Has Fallen (Dok. Millennium Films)
Puluhan orang menerobos masuk ke dalam dan menguasai Gedung Putih. Seorang agen rahasia yang selamat memberikan kode Olympus Has Fallen, gedung putih telah dikuasai oleh teroris.
Melihat presiden yang dihormatinya dalam keadaan bahaya, membuat Banning tergerak untuk menyelematkannya. Dengan berbekal kemampuan dan pengetahuan mengenai denah Gedung Putih, Banning sosok agen dinas rahasia sendirian mencoba menyelamatkan Presiden Asher dari cengkeraman teroris, serta menyelamatkan Amerika dari kehancuran dahsyat akibat bom nuklir yang akan diledakkan kelompok teroris tersebut.
Dikutip berbagai sinopsis, film ini mengisahkan Mike Banning (Gerard Butler) yang harus menyelematkan presiden dan Gedung Putih dari serangan teroris.
“Olympus Has Fallen” merupakan film laga thriller Amerika Serikat yang dirilis pada tahun 2013 lalu. Olympus Has Fallen merupakan film hasil besutan Antoine Fuqua, yang dirilis pada tahun 2013 dan diperani aktor-aktor yang cukup ternama Hollywood. Tokoh utamanya diperankan oleh Gerard Butler aktor asal Skotlandia, Morgan Freeman dan Aaronm Eckhart.
Kedua peristiwa di atas memiliki perbedaan yang substansi. Pendudukan Gedung Capitol Kamis (7/1/2021) lalu, itu sebuah operistiwa nyata terjadi sementara kelompok teroris menguasai Gedung putih itu hanyalah sebuah kisah dalam film laga Holoywood (fry).



