TOMOHON, Mileniumtimes.com- Hari Minggu (5/6) kepemimpinan Wali Kota Tomohon Caroll Senduk dan Wakil Wali Kota Wenny Lumentut (Caroll-Wenny) genap berusia 100 hari kerja.
Perjalanan pemerintahan 100 hari kerja Caroll-Wenny dengan takeline Tomohon Hebat lalu dinilai oleh Jefferson Rumajar yang diminta tanggapannya.
Berikut pendapat Epe panggilan akrab Wali Kota Tomohon pertama pilihan rakyat via pesan whatsApp kepada media ini, Senin (7/6) tadi malam.
“100 hari kepemimpinan Caroll- Wenny, masih dalam proses mempelajari kondisi lingkungan strategis kota Tomohon, terutama dalam soal penyempurnaan kabinet”
“Caroll-Wenny tampaknya taat asas. Karena mereka harus menunggu 6 bulan baru bisa melaksanakan merombak jabatan,” ungkap Jefferson Rumajar.
Hal ini menurut Epe, perlu di pahami sebab bagian dari style kepemimpinan keduanya.
Mungkin dari pihak pendukung mengharapkan segera, tapi tentunya kata Epe, Caroll-Wenny punya perhitungan tersendiri.
Lanjutnya, kepemimpinan baru dapat dinilai secara objektif oleh publik, setelah berikan kesempatan kepada keduanya sekira satu tahun.
Alasan logisnya, Caroll-Wenny dalam konteks menjalankan APBD saat ini, itu masih disusun oleh wali kota yg lama.
“Jadi visi dan misi Caroll-Wenny belum tercermin dalam kebijakan anggaran APBD”
“Harus merubah dulu dokumen-dokumen pendukung seperti yang ada di dewan Tomohon baru bisa merubah dan menyesuaikan dengan visi dan misi keduanya,” urainya.
Namun putra Talete itu menyebut dalam menjalankan roda pembangunan selama 100 hari, kebijakan Caroll-Wenny sudah ada yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kebijakan bantuan dana duka dan pelayanan pemerintahan yang makin efektif kepada masyarakat, itu yang konkrit dan dirasakan besar manfaatnya,” sebut Epe (fry).


