Fabian Pascoal: Gubernur Olly dan Wamendag Jerry Sambuaga Kebanggaan Sulut

BAGIKAN

Date:

TOMOHON, Mileniumtimes.com – Kiprah dan sepak terjang dari Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey dalam membangun daerah ini memang patut untuk kita berikan apresiasi dan ancungi jempol.

Selama dua periode kepemimpinan, iklim investasi di Sulut begerak dengan bagus. Triwulan II tahun 2023 realisasi investasi di Sulut telah mencapai Rp. 5.190.190.185.451.

Angka ini melampaui target bahkan melewati capaian di semester 1 pada tahun – tahun sebelumnya.

Berdasarkan data realisasi investasi Sulut semester I di lima tahun terakhir capaian semester 1 (Januari-Juni) selama 5 tahun terakhir adalah sebagai berikut: Tahun 2018 sebesar Rp.3,310 triliun, Tahun 2019 mencapai Rp 4,871 triliun, Tahun 2020 tercatat Rp.1,592 triliun, Tahun 2021, sebesar Rp. 3,124 triliun, Tahun 2022, sebesar Rp2, 132 triliun dan tahun 2023 mencapai Rp5,191 triliun.

Tak pelak kinerja yang luar biasa ini langsung saja mendapat apresiasi dalam forum diskusi yang digagas oleh Bank Indonesia bertajuk North Sulawesi Investment Forum 2023 di Hotel Novotel Manado, Selasa (8/8/2023).

“Sulut beruntung punya Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga. Kita punya gubernur hebat. Pak Olly dengan jejaring yang dimilikinya sukses melobi dan membawa bantuan serta anggaran yang dibutuhkan. Berbagai proyek masuk ke Sulut karena kepiawaian Pak Olly. Iklim investasi juga tercipta baik,” kata Staf Khusus Gubernur Sulut Bidang Investasi, Fabian Pascoal saat menjadi moderator dalam diskusi tersebut.

Sementara Jerry Sambuaga selaku wakil Sulut di kabinet kerja Jokowi menunjukkan kinerja baik. “Pak Jerry Sambuaga sebagai Wamendag berhasil mengupayakan anggaran Rp. 90 miliar dari Kementerian Perdagangan untuk Sulut. Ini layak diapresiasi,” ujar Fabian disambut tepuk tangan ratusan peserta diskusi.

Wamendag Jerry Sambuaga yang tampil sebagai narasumber memaparkan kebijakan umum ekspor dan impor Indonesia. Ia juga lebih memotivasi pelaku UMKM untuk tekan dan bersemangat menjalankan usahanya. Bahkan wamendag mengajak semua peserta untuk mencintai produk lokal UMKM dan menggunakannya.

“Kalau saya ke Sulut saya pakai batik untuk promosikan produk daerah lain. Tapi kalau ke daerah lain saya pakai Bentenan dan produk dari Sulut lainnya. Semua yang saya pakai ini produk UMKM.” kata Wamendag Jerry .

Wamendag kemudian menunjukkan jam tangan dan kaca mata yang digunakannya. “Kaca mata ini buatan UMKM Bali. Jam tangan juga produk lokal di Jakarta. Begitu pula dengan sepatu yang saya pakai. Jadi semua yang saya gunakan adalah produk UMKM,” ungkapnya.

Keberadaan UMKM menurutnya akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia dan kesejahteraan masyarakat. Berbagai fasilitas pelatihan dan pengembangan eksport melalui pusat Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan bisa digunakan . “Kita memberikan pendampingan dan pelatuhan yang dibutuhkan,” ujar Sambuaga.

Selain itu dipaparkan Wamendag, saat ini kementerian punya 46 perwakilan dagang di seluruh dunia yang terdiri dari Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC). “Mereka dapat dihubungi dan dimanfaatkan oleh UMKM yang ingin memasarkan produknya ke mancanegara,” terang Sambuaga.

Dalam kaitan dengan ekspor dan impor, Sambuaga menyampaikan rasa syukurnya karena neraca perdagangan mencatatkan surplus selama 38 bulan berturut-turut.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut menurut pendiri perusahaan konsultasi The Zoom Strategist ini menunjukkan tren positif ekonomi Indonesia. Dimana, angka perdagangan Indonesia selalu stabil dengan rata-rata 3-4 miliar dolar Amerika Serikat (AS) per bulan. Torehan tertinggi dicapai pada Desember 2022. Ketika itu Indonesia surplus USD54,46 miliar.

“Ini angka tertinggi sejak Indonesia merdeka. Dari data itu pula terbaca jika ekspor Indonesia lebih tinggi dari angka impor. Jadi tidak benar yang mengatakan nilai impor kita lebih besar dari eskpor,” tegas Sambuaga.

Sektor penopang surplusnya neraca perdagangan Indonesia tersebu, komoditas penyumbang surplus terbesar antara lain bahan bakar mineral, lemak, minyak hewan nabati, besi dan baja. “Produk seperti kopi dan rempah-rempah juga ikut menopang ekspor kita,” sebutnya.

Disisi lain Wamendag memberikan apresiasi terhadap gebrakan Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw serta pemerintah daerah di Bumi Nyiur Melambai yang mampu bekerja maksimal dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca pandemi Covid-19.

“Gebrakan yang dilakukan Pemprov Sulut selama ini sangat baik. Terima kasih buat Pak Gubernur kita, Pak Olly Dondokambey dan Dinas Perindustrian Perdagangan yang terus mendorong ekspor yang merupakan usaha atau garapan dari pelaku bisnis Sulut,” katanya.

Tak lupa juga Sambuaga menyampaikan kesiapan Kemendag untuk bersinergi dengan Pemprov Sulut dalam meningkatkan kontribusi eskpor Sulut bagi perdagangan nasional dengan mengolah dan mendorong produk unggulan seperti produk ikan, produk-produk alam yang sudah diolah dan produk kerajinan, serta makanan ringan. “Kita akan lakukan yang terbaik,” ujar Sambuaga lagi.

Ikut tampil sebagai narasumber perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (*)

BAGIKAN

spot_imgspot_img

TERBARU