Bukti Caroll Senduk Serius Urus Rakyat ! Angka Prevalensi Stunting Tomohon Lampaui Target Nasional 14 Persen

BAGIKAN

Date:

TOMOHON, Mileniumtimes.com – Satu lagi bukti kerja hebat dan serius dari Wali Kota Tomohon Caroll Senduk mengurus rakyatnya.

Kabar terbaru yakni capaian prevalensi stunting Kota Tomohon tahun 2023 adalah 10,5%, mengalami penurunan dari 13,7% pada tahun 2022 (turun sebesar 3,2%). Pencapaian ini melampaui target Nasional sebesar 14%.

Hal ini diketahui, saat Wali Kota Tomohon Caroll Senduk menghadiri kegiatan penilaian Kinerja Tahun 2024 Terhadap Hasil Kinerja 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2023 Di Sulawesi Utara yang dibuka oleh Wakil Gubernur Steven Kandouw bertempat di The Sentra Hotel Manado. Selasa, (28/5/24).

“Upaya menekan stunting di tiap daerah sudah dilakukan secara maksimal. Namun dari hasil penilaian, ada beberapa Daerah yang prevalensi stuntingnya mengalami kenaikan”

“Diharapkan pihak terkait di Sulawesi Utara untuk lebih bersemangat dalam upaya percepatan penurunan stunting di Daerah se-Sulawesi Utara Terlebih Kabupaten/Kota yang mengalami kenaikan prevalensi stunting”

“Sementara daerah yang sukses menurunkan angka stunting, diminta tidak lengah dan tetap fokus,” ujar Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven O E Kandouw.

Lanjut dikatakan, masalah stunting harus lebih gencar dilakukan dengan melibatkan semua unsur terkait.

“Kita harus Lebih fokus lagi dan bekerja lebih keras,” tandas Wagub Kandouw.

Di kesempatan itu, dilanjutkan dengan Presentasi oleh Wali Kota Tomohon dan Ketua TP-PKK Kota Tomohon drg. Jeand’arc Senduk- Karundeng dengan judul Pelaksanaan konvergensi percepatan penurunan Stunting Kota Tomohon.

“Syukur pada Tuhan, angka prevalensi Stunting Kota Tomohon boleh berada di angka 10,5 persen terbaik pertama di Sulawesi Utara dan boleh berada dibawah target Nasional sebesar 14 persen,” kata Wali Kota Caroll Senduk.

Ia mengatakan bahwa sistem kerjasama antar dinas terkait boleh menghasilkan angka 10,5 persen. “Padahal target kita ada di angka 12 persen. Tentu pencapaian ini juga bisa tercapai akibat kerjasama masyarakat yang aktif melaporkan dan ikut terlibat dalam penyelesaian stunting di kota kita,” ujarnya.

Turut hadir tim penilai stunting, Kepala BKKBN Perwakilan Sulut, Kepala Bappeda Sulut, Ketua dan pengurus TP-PKK Kabupaten/Kota (*/fry).

BAGIKAN

spot_imgspot_img

TERBARU