AMKT Resmi Berdiri, VJP Support, Pjs Fereydi Kaligis: Apresiasi, Tomohon Kota Musik

BAGIKAN

Date:

TOMOHON, Mileniumtimes.com– Puluhan musisi dari berbagai grub band, pegiat dan pemerhati mudik di Kota Tomohon mengukuhkan dirinya dalam satu wadah bersama bernama Asosiasi Musisi Kota Tomohon (AMKT).

Tidak berhenti disitu, melalui momentum Hari Sumpah Pemuda ke-96, mereka juga mengukuhkan identitasnya, Tomohon sebagai Kota Musik di Bumi Nyiur Melambai Sulawesi Utara.

Hal ini terungkap saat Pengukuhan AMKT pada Sabtu, (28/10/24) malam bertempat di Michi No Eki Pakewa, Kelurahan Talete Dua, Tomohon Tengah.

“Sebagai pemerintah, kami memberikan apresiasi dan atas berdirinya AMKT di Kota Tomohon. Juga mendukung Tomohon sebagai Kota Musik di Sulawesi Utara,” ujar Pjs. Wali Kota Tomohon Fereydi Kaligis saat memberikan sambutan, sontak disambut hangat dengan tepuk tangan meriah oleh para musisi Kota Tomohon.

Dengan kreasi dari para musisi kata Kaligis, apa yang diharapkan yakni Tomohon sebagai Kota Musik kita harus wujudkan.

“Pengurus AMKT harus serius, punya komitmen yang kuat dan berkesinambungan untuk mewujudkan cita-cita ini,” tandas Kaligis memberi semangat kepada Pengurus dan anggota AMKT.

Pembina AMKT Vonny J. Pangemanan dalam sambutannya juga menunjukkan dukungannya atas berdirinya AMKT.

“Kami memberikan apresiasi atas ide dan gagasan membentuk AMKT. Ini ide bagus yang perlu dl-support dan ditunjang karena akan membuat Tomohon lebih hidup lagi dengan musik,” kata Vonny J Pangemanan ketika memberikan sambutan.

Namun Pangemanan yang juga punya suara merdu, mengingatkan kepada Pengurus yang baru dikukuhkan untuk serius mengurus AMKT. “Sebagai asosiasi yang sudah terbentuk, kiranya kita jangan main-main. Ini benar-benar harus kita jadikan sebuah mimpi dan visi kita bersama untuk Tomohon dan anak cucu kita”

“Saya bisa membayangkan, kalau kita benar-benar punya komitmen, maka apa yang menjadi mimpi kita bersama, pasti akan terwujud”

“Seperti yang diidam-idamkan, beberapa tahun lalu akan membuat konser bertajuk “I Remember Tomohon”, yang akan digarap sepenuhnya oleh para musisi Kota Tomohon, tetapi belum terwujud. Mungkin sekarang ini waktunya untuk mewujudkan mimpi itu,” ungkap Vonny J. Pangemanan yang dikenal juga sebagai Direktur Michi No Eki.

Sebelumnya, Penasehat AMKT Judie Turambi memaparkan sekilas aspek sejarah bahwa orang-orang Tomohon diketahui punya ‘DNA’ (Deoxyribo Nucleic Acid) sebagai musisi.

Sebutnya, dari zaman Kolonial Belanda sekira tahun 1930, di Tomohon kala itu dikenal nama George ‘Cho’ Anes yang mahir memainkan biola dan piano. Anaknya bernama Arthur Kaunang salah satu dedengkot grub band rock AKA dan SAS di tahun 1970-an.

Dikampung-kampung dulu sering terlihat orang-orang bernyanyi atau menari dan membentuk tumpukan-tumpukan paduan suara dan maengket, termasuk musik bambu Orion dan Nada Belian yang didirikan oleh Paulus A. Lenzun dan musik kolintang Kadoodan dengan penyanyinya asal Rurukan Oto Wowiling dan Kolintang Magic Sound dengan penyanyi Julie ‘Sui Rompas’ dan Dientje Kasiha.

Tahun 1950-an ada grub Hawaian pemainnya Alm. Hans Tulaar. Ada lagi The Minauasa Players personilnya, Lexy Anes, George Anes. Juga ada kelompok musik Keroncong dari Kolongan pernah diundang Presiden Soekarno di Istana Negara, lalu ada kelompok Maengket Tinoor juga pernah tampil di Istana Negara sekira tahun 1957.

Lanjut dikatakan, di akhir tahun 70-an ada band Zanita pimpinan Wem Mende dan 1980-an muncul band Sagita pimpinan George Lumanau dengan penyanyi terkenal kala itu di Tomohon Julie ‘Sui’ Rompas.

Masih 1980-an ada gitaris Ventje Watupongoh hingga kini masih eksis dijalurnya dan di tahun 1990-an muncul Irving Rumajar dan Yoyo Poluan dengan band-nya Bayou yang berkarya di Jakarta.

Lalu muncul band Check-Chock, fenomenal dikalangan anak muda saat itu dan dibentuk oleh Franky Runtu. Salah satu jebolan, Check-Chock Band dengan posisi sebagai drumner, kini menjadi Komisaris PT. Pertamina yakni Simon Mantiri.

Di era 90-an, ada juga nama Tonny Wenas orang nomor satu di PT. Freeport Indonesia yang berkiprah di Jakarta yang dijuluki “The Piano Man” dan punya band Solid ’80.

Muncul lagi grup band Makantar dibawah vokalis Sekho Mangarek dan hingga saat ini Tomohon terus berkembang dengan grub band-grub band dengan musisi-musisi mudah.

Kini yang menjamur, Choire yang ada disetiap kelurahan atau jemaat di Tomohon dengan solois yang punya vokal suara mantap bahkan telah mengikuti berbagai kompetisi di tingkat nasional dan internasional.

Tak hanya musisi, Tomohon dikenal juga melahirkan para pencipta lagu seperti lagu daerah bernuansa religius seperti Opo Wanna Natas diciptakan oleh Johanis Ngani berdarah Tonsea dan Tomohon. Ada guru Alex Gerungan pencipta lagu-lagu Maengket asal Tinoor.

Atau Jessy Wenas dengan sederet lagu ciptaan yang top diblantika musik nasional diantaranya tembang lagu Mengapa Tiada Maaf yang dinyanyikan dan dipopulerkan oleh Bob Tutupoli dan Juni Shara, serta lagu Why Do You Love Me yang dinyanyikan oleh Koes Plus tapi pencipta lagu tersebut adalah Sonya Maria Tulaar.

“Ini yang mendasar, sehingga AMKT tidak salah menjadikan Tomohon sebagai Kota musik di Sulawesi Utara,” ungkap Turambi.

Usai pengukuhan AMKT yang dihadiri puluhan musisi Tomohon dari usia lanjut hingga milenial, para musisi lalu menggelar jamming session, foto bersama dan dinner.

Selanjutnya AMKT yang baru dikukuhkan memiliki takeline “Tomohon Menuju Kota Musik di Sulawesi Utara” dipimpin Ketuanya Silvana Motulo, Sekretaris Donfree Pijoh dan Daniel Senduk diposisi Bendahara (fry).

BAGIKAN

spot_imgspot_img

TERBARU