Para Jupel Cagar Budaya Ekskursi di Benteng Otanaha dan Museum Pendaratan Presiden Soekarno

BAGIKAN

Date:

GORONTALO, MILENIUMTIMES.com – Setelah seharian Jumat, (15/8) kemarin mendapatkan berbagai materi pengembangan kompetensi, kini 50 Juru Pelihara (Jupel) Cagar Budaya dari Propinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo pada Sabtu (16/8) melakukan ekskursi.

Ada dua lokus yang menjadi ekskursi peserta yakni di Benteng Otanaha dan ke Museum Pendaratan Presiden Soekarno di Gorontalo.

Di lokasi Benteng Otanaha, sebelum eksplore oleh semua peserta, ahli Ambar memberi penjelasan teknis tentang seluk belum Benteng Otanaha yang didirikan tahun 1527.

Dalam deskripsinya, nama Benteng Otanaha berasal dari bahasa Gorontalo yang memilki arti benteng milik Naha. Ota berarti benteng dan Naha adalah nama sang penemu benteng. Otanaha secara harfiah berarti Benteng yang ditemukan Naha.

Di area itu, selain Otanaha yang menjadi Benteng utamanya, terdapat juga dua benteng lainnya masing- masing bernama Benteng Otahiya dan Benteng Ulupahu.

Ketiga Benteng itu yang berada di satu area, merupakan peninggalan bersejarah yang menjadi simbol kegigihan dan semangat perjuangan rakyat Gorontalo dalam mempertahankan wilayahnya dari ancaman asing.

Rombongan lalu berpindah locus di Situs Cagar Budaya Pendarataan Pesawat Amfibi Presiden Soekarno.

Disini para peserta menerima penjelasan dari Jupel Khadar Abubakar tentang Museum Rumah Pendaratan Presiden Soekarno. Dijelaskan, bahwa Situs Pendaratan Pesawat Amfibi Presiden Soekarno, terletak di Desa lluta, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorantalo.

Di lokasi ini katanya, terdapat satu bangunan dan bekas dermaga kayu. Bangunan itu awalnya didirikan zaman Kolonial Belanda diperkirakan tahun 1936.

Pada tahun 1950 Presiden Soekarno datang ke Gorontalo dengan menggunakan Pesawa Amfibi.

“Kedatangan Soekarno dalam rangka memastikan konsistensi Wilayah Gorontalo kedalam NKRI dengan,” sebut Jupel Abubakar.

“Bentuk bangunan persegi panjang berukuran 12 m x 6 m dan dibagi dalam dua fungsi ruang: Ruang utama berfungsi sebagai museum berisi foto-foto kedatangan Soekarno di Gorontalo”

Dermaga dulunya kata Abubakar, “Difungsikan sebagai tempat turunnya Presiden Soekarno dari pesawat Catalina. Kondisi dermaga hanya menyisakan tiang kayu.

Dermaga telah dipugar menjadi beton pada tahun 2012 oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo dan diresmikan oleh Presiden ke- 5 Megawati Soekarno Putri pada 29 Juni 2002 (fry).

BAGIKAN

spot_imgspot_img

TERBARU