
TOMOHON, MILENIUMTIMES — Jelang seminar nasional, Senin (3/11) di Kawangkoan dengan topik “Pengusulan Mendur Bersaudara (Alex dan Frans)/ Fotografer Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 Republik Indonesia, Menjadi Pahlawan Nasional”, dukungan terus berdatangan.
Kali ini dukungan datang dari keluarga dalam bentuk pemasangan baliho di tiga tempat seperti yang sudah terpasang di Tomohon, Kawangkoan dan Manado (nanti malam).

“Gelar Pahlawan Nasional adalah bentuk penghargaan tertinggi dari negara. Namun bagi kami, jasa dan teladan beliau sudah menjadi warisan yang tak ternilai”
“Kami bersyukur atas upaya semua pihak yang terus mengenang dan mengangkat perjuangan beliau. Sebagai cucu, saya merasa bangga dan terharu atas pengusulan Opa kami sebagai Pahlawan Nasional. Kami melihatnya bukan hanya sebagai anggota keluarga, tetapi sebagai sosok yang telah memberikan teladan bagi bangsa melalui perjuangan, pengorbanan, dan nilai-nilai yang beliau wariskan”
Imbuhnya, baliho-baliho yang terpasang adalah bentuk partisipasi dari Keluarga Besar Mendur-Mononimbar yang berada di Jabotabek, Manado, Kawangkoan, Tomohon, Kotamobagu, Amurang.

“Semoga perjuangan beliau diakui dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa,” ujar Hendra Mopoliu- Mendur, cucu, dimana Opa dari Hendra Mopoliu-Mendur bernama Bernard Mendur adalah adik ke empat dari sebelas bersaudara setelah Alex, Nessi dan Frans.
Diketahui, pemasangan baliho berada di Kinilow, Jl. Raya Manado Tomohon Kinilow dan Jl.Raya Kawangkoan-Langowan. Malam nanti akan dipasang di Jl. Trans Sulawesi Malalalayang Manado, persisnya di depan SPBU Malalayang (fry).




