TOMOHON, Mileniumtimes.com — PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE ) Tbk Area Lahendong patut diapresi. Badan Usaha Milik Negara ini tidak hanya ekspert dibidang eksplorasi, eksploitasi, dan produksi panas bumi tapi juga jago menjaga terhadap kelestarian keanekaragaman hayati.

Seperti upaya nyata kegiatan translokasi satwa endemik Monyet Yaki Sulawesi Utara dari Tasik Oki Bitung ke lokasi Pusat Rehabilitasi Monyet endemik Sulawesi Gunung Masarang di Perkebunan Masarang Rurukan Kecamatan Tomohon Timur Kota Tomohon, Jumat (26/7/24).
Pada kegiatan translokasi satwa Monyet Yaki ini, PT. PGE Area Lahendong menunjukkan komitmennya akan keberlanjutan satwa endemik Sulawesi Utara.

“Translokasi Monyet Yaki, sebagai bagian dari program keanekaragaman hayati PT. PGE area Lahendong yang memiliki komitmen tinggi terhadap keberlanjutan ekosistem flora dan fauna serta seluruh kehidupan yang menyangganya”
“Upaya konservasi sudah kami lakukan sejak tahun 2020 dengan total konservasi Yaki sebanyak 19 ekor. Diantaranya tahun 2023 telah dilepasliarkan ke habitatnya sebanyak 9 ekor di Gunung Ambang,” sebut GM PT. PGE Area Lahendong Novi Purwono saat memberikan sambutan pada acara translokasi Monyet Yaki ke Pusat Rehabilitasi Monyet Yaki.

Lanjut dikatakan, upaya ini terus kami lakukan secara kolaboratif melibatkan berbagai pihak diantaranya dengan Yayasan Tasik Oki dan Balai KSDA Sulut.
Macaca Nigra ini kata Purwono salah satu endemik Sulawesi Utara yang merupakan salah satu bukti kekayaan biodiservitas satwa liar di Indonesia.

Namun sayang keunikan ini, menyebabkan Yaki dalam kondisi semakin berkurang.
“Adanya pembakaran hutan dan alih fungsi hutan untuk pemukiman, kegiatan ekonomi manusia yang menyumbang tingginya angka konflik antara manusia dan Monyet Yaki sehingga membuat Monyet Yaki terancam di habitatnya,” ujar Purwono.

Menyadari akan hal itu, sinergi antara pusat rehabilitasi Yayasan Masarang dan PT. PGE Area Lahendong diperlukan.
“Sinergitas diharapkan akan menjadi solusi dalam penambahan fasilitas dan wadah edukasi yang secara khusus akan mendukung proses rehabilitasi dan keberlanjutan hidup Monyet Yaki ke habitatnya aslinya.

“Upaya sinergitas PT. PGE Area Lahendong ini dapat mengakselerasi tercapainya ekosistem fauna khususnya populasi Monyet Yaki di alam bebas,” imbuh Purwono.

Harapannya, “Semoga apa yang telah kami lakukan agar bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar, bermanfaat bagi lingkungan dan tentunya bisa bermanfaat bagi flora dan fauna disekitar area operasional PT. PGE Pertamina Area Lahendong,” tandas pria low profil ini.
Sebelumnya, sambutan sekaligus laporan perkembangan proses rehabilitasi disampaikan oleh Billy Lolowang Pimpinan Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasik Oki.

Lolowang menyebut latar belakang ke 6 Monyet Yaki ini direhabilitasi di tempat ini, karena lokasi pelepasliaran nanti, di Cagar Alam Gunung Ambang di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, suhunya dingin, sehingga mereka dihabituasi di Tomohon.
Dokter hewan Aldri mewakil Tim PPS Tasik Oki melaporkan bahwa ada 6 ekor terdiri dari 1 betina dan 5 jantan yang direhabilitasi.

Tujuan translokasi Monyet Yaki sebutnya, agar para Monyet Yaki dapat beradaptasi, menyesuaikan dengan suhu tempat habitatnya.
Sementara Kepala BKSDA Sulut diwakili Kepala Seksi Konversi Yakob mengatakan acara pemindahan satu kelompok Yaki ke tempat Pusat Rehabilitasi Monyet Yaki Gunung Masarang dalam rangka habituasi. Jadi ini menjadi moment yang sangat penting.

“Dan berharap kelompok Monyet Yaki ini, ketika dilepasliarkan di alam bebas, mereka akan bisa survive di alam bebas,” kata Yakub.
Pada bagian akhir acara, di tutup dengan doa oleh Pandita Elizabeth Pangauw dan diakhiri foto bersama.

Pantauan Mileniumtimes.com di lokasi, acara ini dihadiri Kepala BKSDA Sulut diwakili Kepala Seksi Konversi Yakub, Corporate Secretary PT. PGE Kitty Andhora, Camat Tomohon Timur Denny Mangundap, Kepala PPS Tasik Oki Billy Lolowang, Lurah Rurukan Berthy Apouw dan Mewakili Pimpinan serta Staf Yayasan Masarang (fry).


