Pedagang Mie Bakso Dapat Rejeki Multiplier Effect, Omzet Naik ‘Gila-Gilaan’ Saat ToF 2024, MTv Basho Capai Rp 25 Juta

BAGIKAN

Date:

TOMOHON, Mileniumtimes.com– Iven tahunan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2024 yang digelar 8-12 Agustus lalu di Kota Tomohon, tidak hanya menjadi festival parade bunga spektakuler, namun juga memberikan berkat bagi salah satu pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yakni pedagang mie bakso.

Mereka pedagang mie bakso di Tomohon tertimpa efek berganda (multiplier effect) lantaran bisa meraup keuntungan lebih saat iven TIFF 2024 bergulir.

Seperti yang dialami Rinno Lapian, Delyvia Olii dan Dey Turang, tiga pedagang mie bakso di Kota Bunga Tomohon.

“Di hari-hari biasa sebelum TIFF, omzet kami rata-rata berkisar Rp. 1.5 – 2 jutaan per hari. Tapi saat TIFF mulai berlangsung (8-12 Agustus), omzet naik drastis, Rp 4 jutaan,” kata Rinno Lapian pemilik Rm. “Bakso Juara” di bilangan Kelurahan Matani Tiga kepada media ini yang sengaja di temui, Rabu (14/8/24) sekira Pkl 21.00 wita.

Lanjut dikatakan, “Pada saat ToF parade bunga berlangsung, Sabtu (10/8), omzet kami hari itu capai puncaknya Rp. 10 jutaan,” ungkap Rinno dengan ekspresi wajah sumringah.

“Kami sampai kelabakan melayani karena diserbu pengunjung. Banyak sekali yang datang makan, sejak kami buka jam 10.00 pagi hingga sekitar jam 11 malam”

“Pada Minggu (11/8), omzet menurun sekira Rp. 7 jutaan. Hari Senin (12/8) omzet kami berkisar 5 jutaan dan Selasa (13/8) tinggal Rp. 3 jutaan hingga kembali normal Rp. 2 jutaan pada Rabu (14/8),” sebut Rinno yang mulai berjualan membuka usahanya sejak Januari lalu.

Terpisah, berkat yang sama juga dirasakan oleh Delyvia Olii, pelaku usaha rumah makan bernama “Bakso Depsos” yang berlokasi di Kelurahan Walian Satu, Tomohon Selatan.

“Terasa sekali jualan kami naik (terjual) saat berlangsungnya parade bunga (ToF) di hari Sabtu”

“Kalau hari biasa, berkisar 100 porsi yang laku, tapi saat ToF, sampai 250-an porsi yang laku,” ungkap Delyvia Olii melalui sambungan seluler WA saat ditanya Rabu (14/8/) malam.

Kata Via begitu perempuan ini disapa akrab, sampai 250-an porsi yang laku, saat ramai-ramainya orang pulang dan singgah makan setelah menonton parade pawai bunga.

“Selesai mengikuti atau menonton pawai, banyak orang yang singgah makan, di tempat usaha kami,” ujar Via owner yang sudah tiga belas tahun menekuni usaha ini walaupun disebutnya lokasi usahanya jauh dari pusat keramaian kota.

Pantauan media ini, saat berlangsungnya ToF khususnya di rumah makan mie bakso yang mulai berjualan sejak tahun 1997, MTv Basho yang sekarang tersebar dibeberapa tempat, semuanya dipadati pengunjung sampai sekira jam 22.3O wita.

“Kalau MTv Basho yang berada di area Menara Alfa Omega omzet-nya sekira 20 Juta, di Kamasi Rp. 17 Jutaan, di Kakaskasen sekira 20 Juta. Sementara MT Bakso di Matani Tiga itu sampai Rp. 25 Jutaan. Semuanya hanya pendapatan pada dihari Sabtu saat ToF berlangsung” ujar owner MTv Basho Dey Turang ketika dihubungi.

Para pedagang mie bakso kecipratan rejeki seperti yang dialami Rinno Lapian, Delivya Olii dan Dey Turang adalah contoh cerita sukses multiplier effect dampak positif dari gelaran tahunan TIFF kepada pelaku UMKN Tomohon (fry).

BAGIKAN

spot_imgspot_img

TERBARU