TOMOHON, Mileniumtimes.com— Jelang hari Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) November 2024, manuver politik dari masing-masing pasangan calon (Paslon) makin hangat dan menarik.
Aktifitas politik tersebut dilakukan baik secara langsung Paslon atupun lewat Tim Kampanye, relawan, para pendukung dan itu sah-sah saja. Ini bertujuan ingin membetuk opini untuk menarik perhatian publik terutama masyarakat pendukung.

Langkah-langkah politik pun diambil dengan berbagai cara taktik dan strategi masing-masing. Disini diuji tingkat kedewasan berpolitik dari masing-masing, baik sebagai calon maupun tim kampanye dan relawan pendukung.
Narasi narasi bijak dan tindakan tindakan kongkrit di lapangan itu menjadi ukuran kedewasaan cara berpolitik.

Namun ungkapan-ungkapan baik lewat media mainstream maupun medsos akan terbaca dan kelihatan kualitas kepemimpinan dan ketokohan, apakah memiliki keteladanan dan panutan atau tidak bagi masyarakat Tomohon yang berbudaya dan beretika sebagai kota Religius dan Kota Pendidikan.
Semua harus punya etika dan harga diri politik masing masing serta menjaga kewibawaan Ketua Partai Politik masing-masing, jangan mengganggu partai orang lain.

Contohnya, P. Gerindra Kota Tomohon. Mereka dewasa tahu menempatkan secara proporsional walaupun relatif usia muda seperti Ketua DPC Partai Gerindra Kota Tomohon, Sendy Gladys Adolfina Rumajar.
P. Gerindra jauh-jauh hari sudah menerbitkan keputusan politik yang tegas dan terukur. Yakni semua jajaran Partai Gerindra Kota Tomohon harus memperjuangkan dan memilih YSK dan JVM sebagai calon Gubernur dan wakil Gubernur Sulut. Dan Caroll Senduk dan Sendy Rumajar untuk calon wali kota dan wakil walikota Kota Tomohon.

Keputusan ini sudah dipegang teguh oleh, pengurus, kader dan pendukung P. Gerindra Kota Tomohon.
Sayangnya, ada oknum dari Paslon lain secara perseorangan melakukan provokasi dengan melakukan manuver manuver politik, yang tidak fatsun politik dan tidak menjaga etika dan estetika politik.

Diduga oknum Piet Pungus melakukan manuver politik mengintervensi partai politik lain, dengan mempengaruhi beberapa pengurus partai politik dengan narasi-narasi sesat, padahal sudah jelas masing-masing calon sudah memiliki garis partai sendiri-sendiri baik tingkat propinsi maupun Kab/Kota
“Oknum Piet Pungus aktif menghubungi pengurus pengurus P. Gerindra Tomohon di tingkat kecamatan dan kelurahan dan mengajak untuk berkhianat dengan memilih calon mereka. Ini pelajaran politik yang tidak bagus”

“Ternyata pernah menjadi anggota dewan itu bukan jaminan punya etika politik yang baik. Istilah Tomohon sementara mempraktekkan aktifitas “Caparuni Politik” tegas Evo Paat.
Sangat disayangkan mereka bermain-nya off side. Bahkan terindikasi melakukan jebakan jebakan batman, adu domba.

Paat pengurus teras P. Gerindra Tomohon mengingatkan, bagi kami P. Gerindra, Pilkada bukan segala-galanya. Poin utama kami adalah menjaga harkat dan martabat Ketua Umum / Ketua Dewan Pembina kami Bapak Prabowo Subianto sekarang Presiden Indonesia.
Prabowo telah menandatangani dukungan bagi Caroll Senduk dan Sendy Rumajar sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tomohon, yang telah menjadi dokumen negara di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kami mendapatkan laporan dari akar rumput ada upaya-upaya menciderai yang di lakukan oleh pihak-pihak tertentu”
“Jadi tolong jangan dirusak oleh kepentingan sesaat dengan memprovokasi kader-kader dan pendukung P. Gerindra untuk menghianati Presiden Prabowo”

“Pengalamannya menjadi anggota dewan ternyata tidak ada yang patut di tiru. Harusnya kedepankan etika politik. Usia dewasa, ternyata tidak menjadi jaminan. Belajar-lah ke generasi yang lebih muda yang tahu budaya dan sopan santun politik,” tegas Paat (fry).


