

TOMOHON, MILENIUMTIMES.com — Anak anak muda Tomohon yang tergolong generasi Milenial (Gen Y) dan Generasi Z senada menginginkan adanya bioskop di daerah mereka. Olehnya berharap agar ada investor untuk bangun bioskop semisal Cinema 21 di Kota Tomohon.

Kehadiran bioskop dianggap sebagai bentuk hiburan yang menarik dan dapat menjadi sarana rekreasi bagi mereka.
Alasan mereka karena jumlah penonton orang Tomohon makin banyak dan menonton di bioskop jika ke Manado dianggap terlalu jauh. Apalagi di Tomohon pernah ada dua bioskop yang melegenda yakni bioskop Sonya dan Nusantara.

Dan, menonton film di bioskop, dengan layar besar dan sistem suara yang berkualitas, meningkatkan pengalaman menonton film yang berbeda dengan Tv misalnya.
“Sudah saatnya ada bioskop di Tomohon, mengingat animo orang menonton bioskop semakin banyak,” singkat Savia Salmon mahasiswi Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran Unsrat Manado dan Indri penari kreatif Tomohon.

Marcel dan Brandon juga senada kalau Tomohon membutuhkan sarana hiburan sekelas biokop Cinema 21. “Sekelas bioskop Cinema 21 bagus ada di Tomohon,” kata Marcel Montolalu ASN Pemkot Tomohon dan Brandon Manayang Ketua Generasi Pesona Indonesia Tomohon.
“Sebagai daerah destinasi wisata dengan berbagai even berkelas internasional rasanya pas kalu ada bioskop di Tomohon sebagai penunjang pariwisata,” terang Beverly Wowor Mahasiswi Semester V FH. Unsrat Manado diiyakan Meyland Orah Pegawai Taman Kelong Kakaskasen.

“Di Tomohon sudah tepat kalau berdiri bioskop berkelas Cinema 21,” ujar Sherin Pauner siswi SMA Negeri Tomohon dan Joshua Pongoh pemuda berprestasi.
“Tempat hiburan dan berkumpul anak muda, bioskop salah satu alternatif yang menyenangkan bagi teman-teman atau keluarga,” sebut Tirza Wewengkan dan Joe Rompas fresh graduate.

Sementara, dengan layar besar dan sistem suara yang berkualitas, dapat meningkatkan pengalaman menonton film.

“Adanya Cinema 21, berarti mendukung industri kreatif perfilman Indonesia,” ungkap Ketua Generasi Pesona Indonesia Sulawesi Utara, Mariane Walukow dan Irene Rumajar Mahasiswi Fakultas Theologi UKIT Tomohon (fry).



