DPD GPPMP Sulut Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Maria Adriana Lapian-Pangkey, Albert dan Lowisa: Terima Kasih GPPMP

BAGIKAN

Date:

TOMOHON, MILENIUMTIMES.com — Memperingati peristiwa heroik Merah Putih 14 Februari 46, tahun 2026, Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Penerus Perjuangan Merah Putih (DPP GPPMP) Sulawesi Utara, menggelar berbagai kegiatan diantaranya melakukan ziarah dan tabur bunga.

Salah satu tempat ziarah yakni berkunjung ke makam Maria Adriana Lapian, isteri dari Pahlawan Nasional Bernard Wilhelm Lapian yang terletak di Kelurahan Talete Dua (Kuranga) Tomohon, Jumat (13/2/26).

Pimpinan Rombongan Ketua DPD GPPMP Ferry Rende didampingi Hetty Wuisan anak S.D ‘Mais’ Wuisan, Yulia Rondonuwu DEPIDAR GPMPI Sulut, Joice Wowiling, DEPIDAR GPMPI di Sulawesi Utara, Markus Wantania, Ketua DPC GPPMP Minahasa Utara lengkap dengan kostum corak Merah – Putih bertulisksn “80 tahun, 14 Februari 1946, Peristiwa Heroik Merah Putih 1946-2026 di Manado Sulawesi Utara” sekira jam 11.00 wita tiba di lokasi pekuburan dan tak lama melakukan tabur bunga.

Sesaat sebelum tabur bunga ada sepenggal pengantar dari Ketua DPC GPPMP Tomohon Judie Turambi tentang Maria Adriana Pangkey.

“Maria Adriana Pangkey kelahiran Tomohon 8 Juni 1908 dan meninggal 30 Mei 2003, adalah isteri dari Pahlawan Nasional B.W. Lapian. Dia perempuan yang dikenal kokoh dalam pendirian mendukung perjuangan suaminya,” ujar Ketua DPC GPPMP Tomohon Judie Turambi.

Turambi menuturkan, Maria Pangkey miliki sikap yang konsisten mendukung perjuangan suaminya dan pernah menolak bujukan Krijgrasd te Velde (semacam mahkamah militer) Belanda agar mau membujuk suaminya dengan imbalan pembebasan dan kedudukan bidang keuangan Negara Indonesia Timur (NIT).

“Maaf, saya tidak mau mencampuri urusan suami saya. Kalau dia harus minta maaf, dia yang harus minta maaf. Saya tidak mau menghianati perjuangan suami saya serta negara saya,” sebut Turambi sosok yang telah memerjuangkan B.W. Lapian menjadi Pahlawan Nasional tahun 2015 silam.

Sementara Ketua DPD GPPMP Sulut Fredy Rende mengatakan kegiatan ziarah dan tabur bunga telah menjasi agenda rutin.

“Ziarah dan tabur bunga telah menjadi agenda rutin GPPMP. Dan kegiatan taun 2026 ini menjadi lebih istimewa karena bertepatan dengan peringatan 80 Tahun peristiwa Merah Putih,” sebut Rende

Kegiatan ziarah ini mendapat respons baik dari Albert dan Louisa Lapian, dua anak dari BW Lapian dan Maria Pangkey yang tinggal menetap di Jakarta.

“Terima kasih kepada GPPMP dan rombongan yang sudah menyempatkan diri melaksanakan kunjungan ziarah kke makam-makam keluarga pejuang Merah Putih 14 Februari 1946 termasuk ke makam ibunda kami Ibu Maria Adriana Lapian-Pangkey”

“Kegiatan ini menunjukan bahwa para pejuang bersatu untuk mempertahankan kemerdekaan NKRI tetap diwujudkan dalam persatuan keluarga generasi penerus pejuang Merah Putih 14 Februari 1946. Merah Putih Tetap Jaya,” tulis Albert Lapian lewat pesan WhatsApp, Jumat sore (wg).

BAGIKAN

spot_imgspot_img

TERBARU