Mileniumtimes.com-TOMOHON
MEMASUKI awal tahun 1940-an, orang Tomohon tdk terlalu sulit mendapatkan cepatu maupun selop. Pasalnya, di Tomohon saat itu sudah ada toko cepatu/selop tapi bukan menjual cepatu/selop melainkan hanya pembuat cepatu/sandal.

Tjien Siau Tjiu /Toko Gin On (Aso Neltje di Paslaten)
Tempat/toko cepatu/selop berlokasi di seputaran Tomohon Staad (kini pusat kota).
Uniknya, setiap pembeli cepatu/selop ketika akan membeli cepatu, caranya dengan mengukur kedua kaki terlebih dahulu atau ada yang tinggal mencocokkan karena sudah di buat mal.
Bahan cepatu dari kulit asli bermerek “Java Wood” pasokan dari P. Jawa.
Pembuat cepatu/selop diera itu, dipelopori oleh Aso Aso yg datang dari Tiongkok (dataran China) dan mereka sampai menetap dan tinggal di Kolongan, Kamasi dan Paslaten dengan menyewa rumah- rumah penduduk. Para Aso Aso ini mereka disambut baik dan dekat dengan masyarakat bahkan kawin mawin lalu dikenal luas oleh masyarakat Tomohon.
Seperti al; Chan Yu Hong (Toko “Gip Sin” atau Aso Gipsin di Kolongan), Lie Chiu Wan (Toko “Nes” lalu toko “Sentosa” di Kolongan), Tjien Siau Tjiu (toko “Gin On lalu jadi toko “Neltje ” di Paslaten), Lie Pak Weng (toko “Puseng” di Paslaten), Lie Eng (toko Tong Heng di Paslaten), Lui Feng Chen (Rumah Kopi Fang Seng di Paslaten) dan Tjiu Fong (kemudian menjadi RM “Ritha” di Kolongan).

Tjiu Fong (Rumah Kopi Ritha)
Di Negeri Kakaskasen juga dikenal ada Aso Aso pembuat cepatu dan selop dari kulit asli yakni Aso Giseng dan Aso Ku Ban.
Lantas berapa harga setiap sepatu phantovel ? Kala itu di tahun 1950-an, sepasang sepatu phantovel (pria/wanita) seharga 2 rupiah.

Lie Pak Weng (Toko Puseng di Paslaten)
Memasuki tahun 1960, mulai ada toko yang berjualan cepatu/selop hingga awal-awal 1970-an. Aso Aso ini dikemudian hari beralih profesi usaha. Ada yang membuka usaha rumah makan/kopi, ada juga membuka usaha jual bahan bangunan dan membuka toko kelontong. Ditahun selanjutnaya, usaha-usaha mereka dilanjutkan oleh anak cucu mereka.
Gambar di ata Aso Aso pelopor pembikin sepatu/ sandal (selop). (Selengkapnya baca buku “The Secret of Tomohon, Kantoro pah Liuzen” by jjt).



