TOMOHON, Mileniumtimes.com – Tanggal dan bulan hari ini, Kamis 28 September, persisnya 73 tahun silam (28 September 1950) mata dan telinga seluruh dunia tertuju di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) New York Amerika Serikat.
*Kemerdekaan Indonesia, Soekarno-Hatta de facto, Palar de jure*

Kala itu, terjadi peristiwa heroik dan bersejarah yang terjadi di forum internasional yang tidak boleh dilupakan oleh seluruh anak bangsa yakni Indonesia diterima dan sah menjadi anggota United Nation (Perserikatan Bangsa Bangsa) ke-60.
Ini adalah peristiwa perjuangan diplomasi yang luar biasa oleh bangsa Indonesia yang diperani seorang Tou Minahasa asal Tomohon bernama Babe Palar yang punya nama baptis Lambertus Nicodemus Palar (kini Pahlawan Nasional). Peristiwa ini yang dimaksud penulis “Mengguncang Dunia” (meminjam sebutan Max Wilar Tokoh/intelektual Tomohon dalam sebuah diskusi sangat pendek dengan penulis by phone What App beberapa hari lalu).

(foto : Dok/koleksi pribadi)
Dalam pidatonya di muka SU PBB pada kesempatan pertama berpidato Palar mengatakan, “Indonesia berjanji akan melaksanakam kewajibannya sebagai anggota PBB”. Palar juga mengucapkan terima kasih kepada negara-negara yang mendukung kemerdekaan Indonesia.
Diterimanya Indonesia masuk PBB, Delegasi Indonesia menyambut dengan penuh gembira. “Om Babe, waktu itu terharu, senang dan sangat bangga ketika Indonesia diterima menjadi anggota PBB,” kata Hardono Soemanhamdojo mantan pegawai KBRI di Amerika kepada penulis dikediamannya Kompleks Deplu I No 1 Cilandak Barat Jakarta pada Februari 2012 silam.
Perjuangan Palar dalam kancah politik dan diplomasi dunia internasional diakui oleh petinggi puluhan negara yang masuk dalam forum PBB kala itu.

Dia lalu menjadi diplomat yang dihormati dan disegani. Sebab, Palar dalam sidang terhormat forum dunia tersebut sidang umum PBB, menjadi tokoh kunci yang sangat kokoh mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia 17 Agustus 1945 (de facto) dan membuat PBB resmi menerima Indonesia secara _de jure_ (28 September 1950) menjadi anggota PBB.
Atas inisiatif Palar pula setelah Indonesia diterima menjadi anggota PBB, delegasi Indonesia (sekira 20-an) staf melakukan upacara singkat dan Babe Palar yang mengibarkan bendera merah putih untuk pertama kalinya dan berdiri sejajar dengan 59 negara lain di halaman Markas PBB di Lake Succsess Amerika Serikat.
“Orang Minahasa bangga punya Babe Palar. Dia menjadi buah bibir di New York ketika Indonesia diterima menjadi anggota PBB,” kata Dr. dr. E.A. ‘Zus’ Pangalila-Ratulangi M.D., Ph.D./anak Dr. Sam Ratulangi saat diwawancarai November 2014 silam di rumahnya di Tondano.

Dengan diterimanya Indonesia menjadi anggota PBB maka segala bentuk penjajahan imperialisme dan kolonialime di bumi Nusantara berakhir pada saat Indonesia diterima menjadi anggota PBB.
*Perdebatan Sengit dengan van Roijen di DK PBB, Palar Bilang; Agresi Militer Belanda di Indonesia, Pearl Harbour Jilid II* (judie turambi/Bersambung)


