Henriette Marianne Katoppo, Teolog Feminis Pertama Indonesia dan Asia Asal Tomohon Nyaris Dilupakan

BAGIKAN

Date:

TOMOHON, Mileniumtimes.com – Jika masih hidup, pada 9 Juni 2023 lalu, ia genap berusia
80 tahun. Namanya, Henriette Marianne
Katoppo, anak ke sepuluh dari pasangan suami-istri, Elvianus Katoppo dan Agnes Rumokoij.

Jettie panggilan akrabnya adalah seorang novelis yang memikat. Sejak masa kecilnya masih tinggal di Kaaten Matani Tomohon negeri kelahirannya, hobby menulisnya sudah mulai terlihat.

Di tahun 1947 pas diusianya empat tahun, keluarganya pindah ke Makassar lantaran ayahnya yang bernama Elvianus Katoppo diangkat menjadi Menteri Pendidikan dan Pengajaran pada Kabinet Negara Indonesia Timur (NIT). Di tahun 1950 keluarganya pindah lagi ke Jakarta.

Di Jakarta di usianya tujuh tahun di tahun 1950, karya tulisannya sudah dimuat di rubrik anak-anak Nieuwsgier harian berbahasa Belanda di Jakarta. Jettie, perempuan yang terlahir dari keluarga intelektual ini, lalu menjadi novelis terkenal di tahun 1970-an.

Tak heran, karena hobi menulisnya, berasal dari
ayahnya Elvianus Katoppo seorang guru, tokoh
pendidikan dan kala itu Direktur Louwerier Schooll lebih dikenal Meisjesschool (Sekolah Nona) di Tomohon.

Banyak novel karyanya dan diminati publik salah satunya berjudul “Raumanen”. Melalui Raumanen, Jettie mendapat penghargaan dari Dewan Kesenian Jakarta. Bahkan, novel Raumanen mendapat penghargaan, Penulis Terbaik Asia Tenggara SEA Write Award tahun 1982 yang diterimanya langsung dari Ratu Sirikit Thailand di Bangkok. Ia juga penerima penghargaan Magsaysay Filiphina.

Jettie yang menghabiskan studi teolog di STT Jakarta tahun 1963, karyanya di bidang teolog yakni Compassionate and Free: An Asian Woman’s
Theology 1979 diterjemahkan ke berbagai bahasa dunia dan menjadi buku ajar diberbagai sekolah sekolah teologi dan seminari di seluruh dunia.

Perempuan yang menguasai sepuluh bahasa
dunia ini, pada 12 Oktober 2007 di Bogor, diusianya yang ke enam puluh empat dia dipanggil Sang Pencipta.

Jettie, Henriette Marienne Katoppo, karyamu kami tidak akan lupa dan selalu kami akan ingat. Selengkapnya, baca buku “Why do I Love Tomohon” yang akan dilaunching Agustus 2024 (judiejt).

BAGIKAN

spot_imgspot_img

TERBARU