Liuw Siapkan Strategi, Investasi Di Tengah Pandemi, Dipersiapkan, Agrotourism dan Mikro Hidro

BAGIKAN

Date:

Senin, 27 April 2020

MILENIUMTIMES.COM, TOMOHON  Pandemi virus Corona (Covid-19) tidak hanya menghantam kesehatan masyarakat, tetapi juga menghantam sektor perekonomian termasuk di Kota Tomohon yang memiliki target investasi tahun 2020-2021 sesuai RPJMD sekira Rp. 200 miliar. Namun, Ervinz Liuw Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tomohon punya kiat agar investasi di Kota Tomohon tetap bergairah. Berikut hasil bincang-bincang dengan Mileniumtimes.com Jumat (24/4) pekan lalu.

“Triwulan pertama tahun 2020 ini baru 10 persen yang terealisasi dari target Rp. 200 miliar. Dibanding 2019-2020, melampaui dari target Rp. 150 miliar, terealisasi Rp. 252 miliar. Itu dari sektor al; sektor perumahan, pariwisata dan jasa” urai Liuw. “Target tahun ini karena adanya pandemik Covid-19, triwulan pertama baru terealisasi 10 persen. Itu dari sektor perumahan, jasa usaha dan perdagangan”.

Kendati kondisi sekarang perekonomian jalannya lambat, namun dinasnya berupaya agar tetap ada investasi dengan meningkatkan promosi supaya investor tetap tertarik menanamkan modalnya di Tomohon di tengah pandemi. Strategi promosi yang sedang di desain bersama  staf dinasnya yang work from home (kerja dari rumah) yakni tagline, “Tomohon Welcome to Investment”. Media promosinya lewat, media sosial, webside, leaflet/brosur, sticker, T-shirt.

“Pesannya, Tomohon mengundang dan terbuka bagi mereka pemilik modal baik dalam negeri maupun asing untuk datang berinvestasi sebab Tomohon sudah memiliki potensi seperti pariwisata yang sudah dikenal melalui kegiatan turisme seperti TIFF,”.

“Di sektor florikultura, Tomohon ingin ada pengusaha datang bekerjasama dengan petani bunga agar bisa ekspor bunga. Karena Tomohon punya keunggulan bunga Krisan lokal yang diakui nasional dan dunia. Kerjasama, apakah menjadi bapak angkat sampai pada ekspor bunga,” harap Liuw. Di sektor hortikultura, Tomohon punya produk unggulan seperti wortel, yang mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas agro-ekosistem secara alami,” sebut Liuw.

Masih sektor pariwisata, sesuai hasil kajian Pemkot Tomohon dan Perguruan Tinggi, Tomohon miliki pengembangan objek wisata baru yang bisa mengundang investor yakni, kawasan Pangolombian–Tondangow dapat dikembangkan agrotourism kolaborasi dengan olahraga  seperti sepeda gunung. Juga berpotensi kembangkan pembangkit tenaga listrik mikro hidro dan PDAM di DAS Ranowangko karena ada sekira 40 persen airnya belum dimanfaatkan.

“Nah, upaya ini harus dilakukan karena, pertumbuhan ekonomi daerah berkisar 18 persen, tidak bisa lagi hanya mengandalkan APBD atau dana pemerintah. Investasi swasta harus terus didorong jika Tomohon ini maju,“ tandasnya (fry).

BAGIKAN

spot_imgspot_img

TERBARU